DP2KP Bangkalan Optimistis Swasembada Pangan Burneh Jadi Lumbung Beras Tertinggi

BANGKALAN, Media Pojok Nasional – Komitmen mendorong swasembada pangan terus diperkuat oleh Dinas Pertanian, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Kabupaten Bangkalan.
Kepala Bidang Pertanian DP2KP Bangkalan, Abu Said, menegaskan bahwa berbagai intervensi pemerintah mulai dari bantuan benih hingga penguatan penyuluh menjadi kunci meningkatnya produktivitas petani.

Menurutnya, dukungan konkret berupa bantuan benih padi, pompa air (air pump), hingga pembangunan sumur bor sangat membantu petani dalam menjaga stabilitas produksi, terutama saat menghadapi tantangan musim dan keterbatasan air.

“Bantuan benih padi, pompa air, dan sumur bor sangat menentukan. Ditambah lagi pasar dengan harga yang jelas juga berpengaruh besar terhadap semangat petani,” ujarnya.

Abu Said menjelaskan, kepastian harga menjadi faktor penting dalam mendorong gairah petani. Jika sebelumnya belum ada ketentuan harga eceran tertinggi (HET), kini harga di angka Rp6.500 per kilogram dinilai cukup memberi harapan. Apabila di lapangan terjadi peningkatan harga, hal itu diyakini semakin menambah motivasi petani untuk meningkatkan produksi.

Tidak hanya soal sarana dan harga, peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) juga disebut sangat krusial. Saat ini, penguatan SDM penyuluh dilakukan hingga ke tingkat pusat atas kebijakan Menteri Pertanian. Kinerja para penyuluh bahkan disebut tanpa mengenal hari libur demi mendampingi petani.

“Pendekatan yang dilakukan PPL sangat intens. Dengan pendampingan yang begitu gencar, kami optimistis Bangkalan bisa swasembada pangan,” tegasnya.

Pendekatan langsung ke lapangan, edukasi teknik budidaya, hingga pengawalan masa tanam dan panen menjadi strategi utama dalam mendongkrak produktivitas.

Data capaian produksi menunjukkan tren yang menggembirakan. Pada tahun 2024, Bangkalan mencatat surplus beras selama 8 bulan. Angka tersebut melonjak pada 2025 menjadi surplus 13 bulan.

Untuk tahun 2026, DP2KP menargetkan surplus minimal 16 bulan. Sementara itu, kebutuhan beras masyarakat Bangkalan tercatat sebesar 8.072 ton per bulan.

“Kalau tren ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Bangkalan benar-benar mandiri pangan dan bahkan menopang daerah lain,” imbuhnya.

Dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Bangkalan, Kecamatan Burneh tercatat sebagai penghasil beras tertinggi. Luas lahan pertanian yang produktif serta pendampingan intensif dari penyuluh menjadi faktor utama keberhasilan wilayah tersebut.

Dengan kombinasi bantuan sarana produksi, kepastian harga, serta penguatan SDM penyuluh, DP2KP Bangkalan optimistis cita-cita swasembada pangan bukan sekadar wacana, melainkan target realistis yang terus dikejar demi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah.

Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *