SMAN 2 Lamongan Luncurkan 70 Karya Buku, Libatkan Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Administrasi dan Siswa

LAMONGAN – Media Pojok Nasional
Sebanyak 70 karya buku lahir dari lingkungan SMAN 2 Lamongan. Penulisnya bukan hanya guru, tetapi juga kepala sekolah, tenaga administrasi, hingga siswa. Puluhan karya tersebut diperkenalkan melalui SMADA Big Launching 2026, Selasa (20/10/2026), sebagai bagian dari penguatan budaya literasi yang dikaitkan dengan semangat peringatan Hari Buku Nasional.

Di balik deretan buku yang diluncurkan, tersimpan semangat untuk membangun tradisi intelektual di lingkungan pendidikan. Setiap karya menjadi ruang bagi lahirnya gagasan, berkembangnya kreativitas, serta tersebarnya pengetahuan yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi pembaca dan generasi mendatang.

Kegiatan yang berlangsung di SMAN 2 Lamongan itu dihadiri Pejabat jajaran Dinas pendidikan, termasuk Dr. Mustakim, S.S., M.Si., Pelaksana Tugas Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) sekaligus Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Dokumentasi kegiatan memperlihatkan deretan buku yang dipamerkan kepada peserta. Sejumlah pejabat pendidikan juga tampak meninjau karya-karya yang dihasilkan warga sekolah tersebut.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Lamongan, Dr. Budi Sulistyo, S.Pd., M.Si., melalui materi bertajuk Dari Karya Menjadi Gerakan Literasi, menekankan pentingnya keberlanjutan program setelah buku diterbitkan dan diperkenalkan kepada publik.

“Peluncuran buku bukanlah akhir dari proses literasi. Yang terpenting adalah bagaimana karya tersebut dapat menjangkau pembaca, membuka ruang diskusi, dan memberikan manfaat bagi pengembangan pengetahuan,” demikian inti pesan Budi dalam materi tersebut.

Menurut Budi, sebagaimana tertuang dalam materi tersebut, peluncuran buku tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial. Karya yang dihasilkan perlu diperkenalkan secara luas, memperoleh ruang apresiasi, serta dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan pengetahuan dan budaya membaca.

Dalam paparannya, Budi juga membedakan penerbitan dengan peluncuran buku. Penerbitan berorientasi pada penyelesaian naskah dan kesiapan distribusi, sedangkan peluncuran diarahkan untuk membangun komunikasi dengan pembaca, memperkenalkan gagasan, serta memperluas jangkauan karya.

Ia turut menguraikan empat tahapan penting dalam peluncuran buku, yakni perencanaan, promosi dan komunikasi, pelaksanaan kegiatan, serta evaluasi dan tindak lanjut.

Keberhasilan gerakan literasi, berdasarkan materi tersebut, tidak hanya diukur dari jumlah buku yang diterbitkan, tetapi juga melalui jangkauan pembaca, partisipasi, respons terhadap karya, dan keberlanjutan pemanfaatannya.

Peluncuran 70 buku SMAN 2 Lamongan sekaligus memperlihatkan keterlibatan berbagai unsur sekolah dalam kegiatan kepenulisan. Guru dan tenaga kependidikan memperoleh ruang untuk mendokumentasikan pengetahuan serta pengalaman, sementara siswa berkesempatan mengembangkan kemampuan berpikir dan menyampaikan gagasan secara tertulis.

Setelah peluncuran, distribusi karya, penyelenggaraan diskusi buku, serta pemanfaatannya dalam pembelajaran menjadi sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga keberlanjutan program.

Melalui SMADA Big Launching 2026, SMAN 2 Lamongan telah memperkenalkan 70 karya kepada publik. Sejauh mana buku-buku tersebut menjangkau pembaca dan memberikan manfaat akan menjadi bagian penting dalam menilai perkembangan gerakan literasi berikutnya.

Sebab, penerbitan menandai lahirnya sebuah buku. Sementara keberlanjutan literasi ditentukan oleh bagaimana pengetahuan di dalamnya dibaca, dipahami, dan diwariskan. (Ayyubi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *