Pelukis Lintas Agama Gelorakan Moderasi Beragama Melalui “Event Art On The Spot Bunda Maria” di Menganti Gresik

Gresik, Media Pojok Nasional – Semangat moderasi beragama, toleransi, dan persaudaraan antarumat beragama kembali digaungkan melalui kegiatan seni lukis lintas agama bertajuk “Event Art On The Spot Bunda Maria” yang digelar pada 23 Mei 2026 di Pondok Maria Stasi Santo Agustinus Menganti, Gresik.

Kegiatan yang diinisiasi komunitas Sketsa Indonesia Tunggal Roso ini menghadirkan para pelukis dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Sumenep, Sampang, Lamongan, Gresik, dan Surabaya. Mereka berkumpul dalam satu semangat kebersamaan untuk melukiskan sosok Bunda Maria sebagai simbol kasih, kedamaian, pengabdian, dan persaudaraan lintas iman.

Lima pelukis yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut yakni Ochez Sumantri, Kak Herry, Bugix Budianto, Sugeng Lanang, dan Cak Har. Menariknya, seluruh pelukis tersebut beragama Islam namun tetap menunjukkan penghormatan mendalam terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keberagaman melalui karya-karya bertema Bunda Maria.

Adapun karya yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut antara lain:

  • “Bunda Maria Setia Hati dalam Melayani” karya Cak Bugix
  • “Bunda Maria Mewartakan Kasih Allah” karya Mas Ochez Sumantri
  • “Bunda Maria Menjadi Saksi Kristus” karya Cak Herry
  • “Bunda Maria Menguatkan Persekutuan Para Murid Kristus” karya Cak Har
  • “Bunda Maria Taat dalam Beribadah” karya Mas Sugeng Lanang

Ketua Sketsa Indonesia Tunggal Roso, Josef Husni Thamrin mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya merawat nilai-nilai moderasi beragama dan memperkuat kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Melalui seni lukis ini kami ingin menunjukkan bahwa semangat persaudaraan, toleransi, dan nilai-nilai Pancasila harus terus digelorakan dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk saling menghormati dan berkarya bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPP Kerasulan Umum Gereja Katolik Santo Yakobus, Petrus Aris Setyonegoro mengapresiasi kehadiran komunitas pelukis lintas agama tersebut di tengah umat Katolik Stasi Santo Agustinus Menganti.

“Kami sangat menghormati dan berterima kasih kepada para pelukis yang telah hadir dan berkarya bersama umat Katolik di Stasi Menganti. Ini menjadi contoh nyata persaudaraan lintas agama yang indah dan patut dijaga bersama,” ungkapnya.

Hasil karya lukisan dalam kegiatan tersebut nantinya akan dipersembahkan kepada umat Stasi Santo Agustinus Menganti sebagai simbol persatuan dan persaudaraan antarumat beragama.

Tidak hanya kegiatan melukis, rangkaian acara juga akan dilanjutkan pada 26 Mei 2026 dengan dialog kebangsaan bersama komunitas Gus Durian Gresik dan sejumlah tokoh lintas agama di Pondok Maria Stasi Santo Agustinus Menganti. Dialog tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat toleransi, moderasi beragama, serta nilai-nilai kebhinekaan di tengah masyarakat Indonesia.

Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *