
SURABAYA, Media Pojok Nasional — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pakal, Surabaya menggelar kegiatan Apel Pagi bersama dan Istighosah yang diikuti seluruh jajaran pegawai, dan staf di lingkungan kantor setempat. Kegiatan ini berlangsung di halaman kantor KUA Pakal, Jalan Raya RACI, Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal, Surabaya, pada hari Senin (19/10/2026).
Kegiatan dimulai tepat pada waktunya dengan barisan yang tertib dan rapi. Setelah apel dilaksanakan, seluruh peserta mengikuti pembacaan istighosah dan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu staf KUA Pakal, memohon kemudahan, keberkahan, dan keselamatan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam amanat yang disampaikan langsung oleh Kepala KUA Pakal, H. M. Iqbal Al Ahbab, S.H., beliau menekankan tiga hal utama yang harus menjadi landasan kerja seluruh insan di lingkungan KUA Pakal, yaitu pelayanan yang prima, kedisiplinan yang tinggi, dan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Pertama, pelayanan yang prima. KUA adalah wajah pelayanan negara di tengah masyarakat, khususnya dalam urusan keagamaan dan administrasi perkawinan. Maka, keramahan, kecepatan, ketepatan, dan kejelasan informasi adalah hak masyarakat yang harus kita penuhi dengan sebaik-baiknya,” ujar H. M. Iqbal Al Ahbab.
Beliau menjelaskan bahwa pelayanan prima bukan hanya soal ramah saat menyapa, tetapi juga ketepatan waktu penyelesaian dokumen, ketelitian administrasi, serta sikap jujur dan transparan. Masyarakat berhak dilayani dengan hati yang tulus tanpa membedakan status sosial maupun latar belakang.
Kedua, kedisiplinan. Kepala KUA menegaskan bahwa kedisiplinan adalah kunci keberhasilan kerja. Datang tepat waktu, memanfaatkan jam kerja secara maksimal, menjaga kehadiran, dan tidak meninggalkan tugas tanpa alasan yang sah adalah kewajiban setiap pegawai. Tanpa disiplin, niat baik saja belum cukup untuk menghasilkan kinerja yang memuaskan.
“Disiplin adalah cermin tanggung jawab kita. Jika kita tidak disiplin, masyarakat akan meragukan kinerja kita. Mari kita mulai dari hal-hal kecil: datang tepat waktu, siap melayani sejak jam operasional dimulai, dan menyelesaikan pekerjaan sesuai prosedur,” tegasnya.
Ketiga, ketakwaan. Di atas segalanya, beliau mengingatkan bahwa seluruh pekerjaan yang dilakukan adalah ibadah. Ketakwaan menjadi fondasi agar pelayanan tetap bersih dari penyimpangan, korupsi, pungutan liar, maupun sikap yang tidak terpuji. Dengan takwa, setiap pegawai akan sadar bahwa apa yang dilakukan di tempat kerja juga diawasi oleh Allah SWT.
“Takwa menjadi pengingat bahwa kita bekerja bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga beramal saleh. Semoga apa yang kita kerjakan menjadi ladang pahala dan keberkahan untuk kita semua,” tambahnya di hadapan seluruh peserta apel.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar seluruh jajaran KUA Pakal senantiasa diberi kesehatan, kemudahan, dan keberkahan dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat luas.(Msh)
