Hari Gizi Nasional ke-66, dr. Nunuk Kadinkes Serukan Edukasi Gizi Serentak hingga Pelosok Bangkalan

Bangkalan, Media Pojok Nasional — Momentum Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 Tahun 2026 menjadi pengingat penting bahwa kesehatan masyarakat bermula dari pemenuhan gizi yang baik dan berkelanjutan. Di momen tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, dr. Nunuk Kristiani, S.Pd., menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan besar bagi seluruh tenaga kesehatan dan masyarakat yang terlibat dalam gerakan edukasi gizi.

“Selamat Hari Gizi Nasional ke-66 Tahun 2026. Selamat menjalankan edukasi gizi secara serentak di wilayah Kabupaten Bangkalan. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan jalan bagi kita semua. Amin ya rabbal alamin,” tutur dr. Nunuk dengan penuh ketulusan.

Ucapan tersebut bukan sekadar pesan seremonial, melainkan refleksi dari komitmen dan ikhtiar panjang Pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya melalui penguatan edukasi gizi yang menyentuh langsung keluarga dan komunitas.

Hari Gizi Nasional diperingati setiap 25 Januari, berangkat dari sejarah panjang pembangunan gizi di Indonesia. Penetapan tanggal tersebut merujuk pada berdirinya institusi pendidikan gizi pertama di Tanah Air yang dipelopori oleh Prof. Poorwo Soedarmo, tokoh yang dikenal luas sebagai Bapak Gizi Indonesia. Sejak saat itu, gizi menjadi fondasi penting dalam kebijakan kesehatan nasional.

Peringatan HGN kemudian berkembang sebagai momentum refleksi kolektif untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap persoalan gizi, mulai dari pencegahan stunting, penanganan gizi kurang, hingga penguatan pola konsumsi pangan sehat dan seimbang.

Di Kabupaten Bangkalan, peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 dimaknai bukan hanya sebagai seremoni tahunan, melainkan gerakan nyata edukasi gizi yang dilaksanakan secara serentak melalui puskesmas, posyandu, sekolah, serta jejaring kader kesehatan di desa-desa.
dr. Nunuk Kristiani, S.P menekankan bahwa edukasi gizi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia anak menjadi kunci dalam mencetak generasi Bangkalan yang sehat, cerdas, dan produktif.

Melalui peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat luas. Semangat gotong royong dalam menyebarkan literasi gizi diyakini menjadi kunci utama dalam menekan angka stunting dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Hari Gizi Nasional pun menjadi pengingat bahwa dibalik setiap program dan kebijakan kesehatan, terdapat harapan besar bagi masa depan anak-anak Bangkalan harapan akan hidup yang lebih sehat, lebih berkualitas, dan lebih bermartabat.
(Anam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *