Polisi Jogo Sekolah Hadir di Lamongan, Kacabdin Dr.Budi Sulistyo Sumringah

LAMONGAN, Media Pojok Nasional
Wajah Dr. Budi Sulistyo tampak sumringah. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Lamongan itu menyambut gembira program Polisi Jogo Sekolah yang diluncurkan Polres Lamongan, Kamis (29/10/2026).

Program tersebut menempatkan personel kepolisian untuk mendampingi pengamanan lingkungan sekolah. Satu hingga dua anggota polisi disebut disiagakan di setiap sekolah yang menjadi sasaran program. Kehadiran mereka diharapkan membuat kegiatan belajar lebih aman dan tertib.

Budi tidak menyembunyikan kegembiraannya. Dalam video yang diunggah melalui media sosial, ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Lamongan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Apel Satgas Pre-emptive Strike Polisi Jogo Sekolah Polres Lamongan,” ujarnya.

Baginya, polisi bukan sekadar penjaga keamanan. Mereka juga diharapkan menjadi sahabat pelajar. Kehadiran polisi di sekolah membuka ruang komunikasi sekaligus memperkuat pencegahan kekerasan dan kenakalan remaja.

Budi mengajak kepala sekolah, guru, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan menjaga lingkungan pendidikan. Ia ingin pelajar Lamongan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan berintegritas.

Harapan itu sejalan dengan Ikrar Pelajar Lamongan yang dipublikasikan pada hari yang sama. Delapan butir ikrar tersebut mengajak pelajar menjauhi perundungan, tawuran, narkoba, perjudian, dan berbagai bentuk kekerasan.

Budi juga mengaitkan gerakan tersebut dengan persiapan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

“Ayo kita bersama menyongsong pendidikan yang amanah, bermartabat, berkarakter, berintegritas,” katanya.

Kehadiran polisi di lingkungan sekolah diharapkan memberi rasa aman bagi siswa, guru, dan orang tua. Namun, keberhasilan program tetap bergantung pada pelaksanaan dan kerja sama seluruh pihak.

Bagi Budi Sulistyo, langkah Polres Lamongan itu menjadi awal yang menggembirakan. Sekolah diharapkan semakin kondusif. Pelajar dapat belajar dengan tenang. Guru dapat mengajar tanpa rasa khawatir.

Semangat itu ia rangkum dalam satu semboyan, Lamongan Megilan. (Ayyubi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *