
SURABAYA, Media Pojok Nasional.co.id – Warga dan para pedagang di kawasan Sentra Wisata Kuliner (SWK) Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, Surabaya, menyampaikan keluhan yang mendalam atas kondisi lahan bekas kolam pemancingan yang dikenal dengan sebutan “Bozem”. Lokasi yang berada tepat di belakang kawasan SWK Babat Jerawat, Jalan Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, Surabaya ini, kondisinya kini sangat memprihatinkan dan dibiarkan terbengkalai selama beberapa tahun. Keadaan ini disorot awak media pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Dari pantauan langsung di lapangan, kondisi bekas kolam pemancingan tersebut sungguh memiriskan. Air di dalamnya berubah warna menjadi kehijauan pekat, dipenuhi lumut dan tumbuhan air liar. Tempat ini kini seolah berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah tidak resmi, tumpukan sampah rumah tangga, plastik, hingga barang-barang bekas berserakan di pinggir maupun mengapung di permukaan air.

Masalah yang paling dirasakan warga dan para pedagang adalah bau yang menyengat. Terutama saat terkena sinar matahari terik atau ketika angin bertiup kencang, bau tak sedap dari kolam tersebut tercium kuat hingga masuk ke area SWK. Pemandangannya pun terlihat sangat kumuh dan tidak tertata, sangat kontras dengan kawasan kuliner yang seharusnya bersih dan nyaman bagi pengunjung.
Akibat kondisi yang semakin memburuk ini, dampaknya langsung dirasakan oleh para pedagang di SWK Babat Jerawat. Pengunjung yang datang semakin sedikit. Banyak calon pembeli yang enggan berlama-lama atau bahkan memilih pergi begitu mencium bau yang tidak sedap tersebut. Pendapatan para pedagang pun ikut menurun drastis.

Seorang pedagang di SWK Babat Jerawat menyampaikan kekecewaannya kepada awak media.
“Sudah bertahun-tahun kami harapkan ada perbaikan, namun seakan pihak dinas dan pemerintah setempat menutup mata terhadap masalah ini. Kami berjuang di sini untuk mencari nafkah, tapi kondisi di belakang tempat kami berjualan justru membuat pengunjung enggan datang. Kalau hujan sedikit saja, baunya tidak tertahankan. Kalau panas terik, begitupun. Kami sangat dirugikan,” ungkap salah satu pedagang dengan nada prihatin.
Para pedagang dan warga sekitar berharap pemerintah kota maupun dinas terkait segera meninjau lokasi tersebut. Mereka memohon agar lahan ini segera ditata kembali, entah itu dibersihkan dan dikembalikan fungsinya dengan baik, atau diubah menjadi ruang terbuka hijau yang indah dan menunjang kegiatan ekonomi warga di sekitar SWK Babat Jerawat.

“Kami tidak meminta yang berlebihan, cukup ditata dengan baik agar tidak mengganggu kesehatan dan kenyamanan. Selama ini kami merasa seperti tidak dipedulikan. Semoga keluhan kami didengar dan segera ditindaklanjuti,” tambah warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi maupun langkah nyata dari pihak pemerintah setempat terkait kondisi lahan bekas pemancingan Bozem yang semakin memburuk ini.(*)
