Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81: Ketika Pendidikan dan Penegakan Hukum Bertemu dalam Satu Semangat Integritas

LAMONGAN, Media Pojok Nasional – Peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 pada 2 September 2026 tidak semestinya berhenti pada seremoni dan ucapan selamat. Di balik momentum tersebut terdapat pesan yang lebih substantif: pentingnya membangun hubungan yang kuat antara pendidikan, pembentukan karakter, dan penegakan hukum.

Pesan itu disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Lamongan, Dr. Budi Sulistyo, S.Pd., M.Si., atas nama seluruh keluarga besar lembaga yang dipimpinnya.

“Menguatkan kepercayaan publik melalui penegakan hukum berintegritas menuju Indonesia yang adil dan makmur.”

Pernyataan tersebut menjadi relevan karena pendidikan dan hukum pada hakikatnya bekerja pada ruang yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang beririsan: membangun masyarakat yang berkarakter, bertanggung jawab, memahami aturan, sekaligus menjunjung keadilan.

Ada pula dimensi personal yang membuat pesan tersebut memiliki kedekatan tersendiri. Putra Dr. Budi Sulistyo diketahui berprofesi sebagai jaksa dan saat ini bertugas di salah satu Kejaksaan Negeri di wilayah Madura.

Fakta tersebut memberi perspektif menarik bahwa nilai-nilai pendidikan dan penegakan hukum dapat bertemu bahkan dalam lingkungan keluarga. Sang ayah menjalankan amanah di bidang pendidikan, sementara sang putra mengabdi sebagai bagian dari institusi penegak hukum.

Namun, keterkaitan itu bukan semata persoalan hubungan keluarga. Ada nilai yang lebih besar untuk dibaca: pendidikan membentuk kesadaran, sedangkan hukum menjaga agar kesadaran tersebut memiliki pijakan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Di sinilah relevansi sinergi kedua sektor tersebut menjadi penting.

Sekolah tidak hanya bertugas mencetak peserta didik yang unggul secara akademik. Pendidikan juga memiliki tanggung jawab membangun karakter, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, serta kesadaran terhadap norma dan hukum.

Sementara itu, penegakan hukum membutuhkan masyarakat yang memiliki literasi hukum dan kesadaran untuk menghormati aturan. Tanpa fondasi pendidikan yang kuat, penegakan hukum akan terus berhadapan dengan persoalan yang bersifat berulang.

Sebaliknya, pendidikan akan sulit mencapai tujuan pembentukan karakter apabila lingkungan sosial tidak memberikan contoh bahwa hukum benar-benar berlaku secara adil, transparan, dan berintegritas.

Karena itu, pendidikan dan penegakan hukum bukan dua sektor yang berjalan sendiri-sendiri. Keduanya merupakan bagian dari ekosistem pembangunan manusia dan peradaban.

Momentum Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81 sekaligus menjadi ruang refleksi bahwa kepercayaan publik tidak dibangun hanya melalui slogan, tetapi melalui konsistensi tindakan, profesionalisme, transparansi, dan keberanian menjaga integritas.

Dari perspektif tersebut, ucapan dan penghormatan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Lamongan kepada Kejaksaan RI memiliki makna yang lebih luas: sebuah penegasan bahwa pembangunan bangsa membutuhkan kolaborasi lintas sektor, terutama antara institusi yang membentuk karakter manusia dan institusi yang menjaga tegaknya hukum.

Harapannya sederhana, tetapi fundamental: pendidikan melahirkan generasi yang cerdas sekaligus berintegritas; hukum ditegakkan secara profesional dan berkeadilan; dan kepercayaan publik tumbuh dari keduanya.

Selamat Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81.

Jayalah Adhyaksa.
(Ayyubi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *