Surabaya, Media Pojok Nasional – Pemerintah Kota Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam bidang pendidikan dengan menyalurkan Bantuan Pendidikan Tahun 2026 bagi mahasiswa. Universitas Wijaya Putra (UWP) menjadi salah satu perguruan tinggi yang memfasilitasi program ini, dengan 27 mahasiswa aktif dari semester 2 hingga 6 yang telah menerima bantuan tersebut.
Bantuan yang diberikan terdiri dari dua komponen utama, yaitu bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp2.500.000 per semester dan uang saku bulanan sebesar Rp300.000. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Pemkot Surabaya untuk meringankan beban biaya pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu, dengan total kuota yang ditargetkan mencapai 23.000 hingga 24.000 penerima pada tahun 2026 .
Dalam acara pengarahan tersebut, Kepala Biro Kemahasiswaan & Alumni, Suprayoga, SE., M.Si., serta Kepala Biro Humas & Kerja Sama, Surya Priyambudi, S.Pd., M.Pd., memberikan pemahaman mendalam mengenai proses pembinaan dan persiapan pencairan dana. Mereka menekankan pentingnya verifikasi data dan kepatuhan terhadap prosedur yang ditetapkan oleh Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya. Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan verifikasi dapat diakses melalui laman resmi besmart.surabaya.go.id dan spmb.uwp.ac.id.

Selain untuk mahasiswa lama, Pemkot Surabaya juga membuka pendaftaran Bantuan Pendidikan Tahun 2026 bagi mahasiswa baru UWP. Pendaftaran dibuka sampai 31 Juli 2026, dengan pengumuman hasil seleksi direncanakan pada bulan Agustus 2026. Prioritas penerimaan diberikan kepada mahasiswa pemegang KTP Surabaya yang masuk dalam kategori ekonomi Desil 1 hingga Desil 5, sesuai arahan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Kolaborasi antara UWP dan PemKot Surabaya dalam program ini berjalan sinergis, sejalan dengan semangat Impactful UWP serta komitmen untuk memastikan setiap program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sebelumnya UWP telah melakukan koordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan untuk memastikan sosialisasi menjangkau masyarakat luas, khususnya di Kecamatan Pakal. Rektor UWP, Dr. Budi Endarto, M.Hum., menegaskan bahwa pihak kampus siap mendukung program ini melalui sosialisasi dan verifikasi administrasi bagi calon mahasiswa dan mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Sebagai Kampus Sociopreneur, UWP mengukur keberhasilannya tidak hanya dari prestasi akademik, tetapi dari seberapa besar perubahan positif yang mampu dihadirkan bagi masyarakat. Dengan adanya pembinaan rutin dan persiapan pencairan yang matang, diharapkan para mahasiswa penerima bantuan dapat memanfaatkan dana ini dengan optimal untuk kelancaran studi mereka, sekaligus tumbuh menjadi sociopreneur yang siap memberikan dampak positif bagi masyarakat dan negara.
Red.
