
SURABAYA, Media Pojok Nasional – Sebuah pemandangan yang jarang dijumpai tampak menghiasi halaman Masjid At Tauhid, Pondok Benowo Indah (PBI), RT 04 RW 09, Kelurahan Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, Surabaya pada hari Senin, 17 Agustus 2026. Tak seperti peringatan umumnya yang lebih banyak berisi pengajian atau doa bersama, kali ini pengurus dan jamaah masjid tersebut menggelar upacara penaikan bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-81.
Kegiatan yang penuh kekhidmatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Takmir beserta seluruh pengurus Masjid At Tauhid, perwakilan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon PBI, serta tamu undangan dari pengurus Masjid Hidayatullah PBI RW 11 dan Mushola Al Hidayah RW 10 PBI. Seluruh peserta tampak tertib dan mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh rasa cinta tanah air.

Berikut susunan petugas yang bertugas dalam upacara bendera tersebut:
- Inspektur Upacara: Ketua Masjid At Tauhid PBI, Ustadz H. Ali Mustafa
- Ajudan Inspektur Upacara: Ustadz H. Suyatno
- Komandan Upacara: Ustadz H. Suhandi
- Pembacaan Teks Proklamasi: Ustadz H. Choirul Jamil
- Pengibar Bendera Merah Putih: Ustadz H. Sunar Fanur, Ustadz H. Syamsul Huda, dan Ustadz H. Agus Siri
- Pembacaan Doa: Ustadz H. Jubairi Gufron
- Pembacaan UUD 1945: Ustadz H. Hairul Wahdi
- Komandan Regu: Ustadz H. Mursim, Ustadz Fathor Rohman, Ustadz Edi Mulyanto, dan Ustadz H. Ainur Rofiq
- Bagian Perlengkapan: Ustadz H. Mursalin, Ustadz H. Mataji, Ustadz H. Budiono
- Bagian Dokumentasi: Ustadz H. M. Sholeh, Ustadz H. Imam Suroso
Dalam amanat yang disampaikan selaku Inspektur Upacara, Ustadz H. Ali Mustafa menyampaikan pesan mendalam tentang makna kemerdekaan dan peran masjid dalam kehidupan bermasyarakat. Beliau menegaskan bahwa masjid bukan sekadar tempat beribadah semata, melainkan juga pusat peradaban, pusat pendidikan, serta wadah persatuan umat.

“Kita semua tahu ungkapan Ukbul Waton Minal Iman, cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Maka memperingati hari kemerdekaan ini jangan hanya dianggap seremonial belaka, melainkan menjadi momen muhasabah atau perenungan bersama,” ujar Ustadz Ali Mustafa.
Lebih lanjut beliau mengingatkan, sebagai umat Islam memiliki kewajiban menjaga persatuan, memperbaiki kualitas ibadah, dan memperbanyak amal shaleh. Selain itu, para orang tua diharapkan dapat mendidik anak-anak dengan mengajarkan Al-Qur’an sekaligus menanamkan rasa cinta kepada tanah air.
Di akhir amanatnya, beliau menghimbau seluruh jamaah untuk bersama-sama memakmurkan masjid, memperbanyak sedekah, menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan, serta mendoakan para pemimpin negara dan para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan.
Upacara pun ditutup dengan seruan penuh semangat dari seluruh peserta: “Islam Yes, Masjid Yes, Indonesia Jaya!” yang menggema bersamaan dengan berakhirnya rangkaian peringatan kemerdekaan yang penuh makna tersebut.(Msh)
