MADIUN, Media Pojok Nasional – Siapa mereka? Dalam rentang waktu 23 Juli hingga 10 Agustus 2026, sejumlah pelajar dari wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun muncul di berbagai arena kompetisi. Ada yang berdiri di podium olahraga, tampil di panggung seni, menembus kompetisi akademik, meraih prestasi tingkat nasional, hingga mengikuti program pengembangan berwawasan internasional.
Catatan itu datang dari beragam sekolah dan bidang. Bukan satu cabang, bukan satu kompetisi, dan bukan satu jenis kemampuan. Karena itu, deretan capaian tersebut lebih tepat dibaca sebagai potret beragamnya ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dan menguji diri di luar lingkungan sekolah.
Di IBCA MMA Piala Walikota Madiun, Alfa Shaxtya Dhewangga dari SMKN 1 Madiun meraih Juara 1 Youth A MMA 70,3 kg. Jawa Galang Danuarta, dari sekolah yang sama, meraih Juara 1 Junior Standing Fight 61,2 kg. Dari SMKN 5 Madiun, Genta Alrizky Wibowo dan Farel Agnugustian masing-masing meraih Juara 1 Youth Stand Up 70,3 kg dan 56,7 kg.
Pada ajang tersebut, sejumlah pelajar lainnya juga mencatat posisi kedua pada berbagai kelas. Mereka adalah Arya Zanneta Prasetya Mandala dari SMAN 1 Mejayan, Nur Alvano Dwy Andreano dan Satria Yhovan Alamsyah dari SMAN 2 Mejayan, Gilang Setyo Wibowo dari SMKN 5 Madiun, Arkha Rega Alfian Fernanda dari SMKN 3 Madiun, serta Zheryan Putra Brilliant dari SMKN 1 Ngawi.
Prestasi berikutnya datang dari pencak silat. Sintikhe Najjua Chesar Ardiqta Kaylani dari SMKN 5 Madiun dan Mozza Arkana K. dari SMAN 1 Ngawi masing-masing meraih Juara 2 pada City of Heroes Championship Surabaya. Sementara Ananda Fivenia Ramadhani dari SMAN 2 Mejayan meraih Juara 1 Beregu Remaja Putri pada Kejuaraan Pencak Silat Bojonegoro Championship 2 tingkat nasional.
Dari Piala Walikota Mojokerto, Rakryan Cahyo K. dari SMAN 1 Madiun meraih Juara 1 Newaza U21 –77 kg. Othman Muhammad Z., juga dari SMAN 1 Madiun, meraih Juara 1 Jujitsu U18 –62 kg.
Di lapangan bulu tangkis, Youxcell Beldhen Moneza dari SMAN 1 Saradan mencatat sejumlah capaian. Pada Bupati Cup Madiun, ia meraih Juara 1 Tunggal Taruna Putra dan Juara 1 Tunggal Remaja Putra. Pada Kejurkot PBSI Yogya, ia kembali meraih Juara 1 Tunggal Remaja Putra dan Juara 3 Ganda Campuran.
Hably Robbina dari SMAN 2 Mejayan meraih Juara 1 Ganda Taruna Putri dan Juara 3 Ganda Campuran. Naila Lutfi Ashafani dan Aldrick Sebastian Susanto, juga dari SMAN 2 Mejayan, turut mencatat prestasi pada sejumlah nomor tunggal, ganda, dan campuran.
Di cabang atletik, M. Aqil Mubarok dari SMAN 1 Madiun meraih Medali Emas Lari 400 Meter Gawang pada Jateng Open. Mahendra Erzha Pratama dari SMAN 2 Mejayan meraih Juara 3 Pelajar pada PKB Run Festival Magetan nomor 5 kilometer dan memperoleh hadiah Rp300.000. Sementara Andresta M.A. dari SMAN 1 Mejayan menempati peringkat 4 Turnamen Gateball Solo Open.
Di bidang seni, kelompok tari SMAN 2 Mejayan yang terdiri atas Aryani, Fitri, Sofi, Debria, Erwin, Elisa, dan Auriga meraih Juara 3 Tari Group Kategori C pada MJ Education Tulungagung.
Atika Prastuti Mulyaningtyas dan Valla Apriliyani, peserta didik penyandang disabilitas dari Kabupaten Madiun, mencatat prestasi sebagai juara tingkat nasional dalam Lomba Seni.
Sementara Dewi Indah Puspita, S.Pd., M.Pd., dari SMAN 3 Taruna Angkasa Jawa Timur, mencatat capaian melalui antologi puisi akrostik Nandikara Arutala yang disebut memecahkan Rekor MURI. Yodha Brilliant Trisna Putra dari SMAN 2 Mejayan meraih Juara 3 Menyanyi Solo Jawa pada Java Music Fest.
Pada bidang akademik, Firas Muhammad Afif dari SMAN 1 Mejayan berhasil lolos ke Tingkat Nasional OSN 2026. Saputra Pramahkota Hati dari SMK PGRI 1 Ngawi meraih Juara 3 LKS SMK Nasional bidang Information Network Cabling.
Di bidang kreativitas, Shifa Anindhya Putri dan Rahma Dia Hastari dari SMAN 1 Ngawi melangkah ke Tahap II FIKSI Nasional melalui karya fesyen.
Sementara Anaya Fristiana Nugroho dari SMAN 3 Taruna Angkasa Jawa Timur terpilih dan menyelesaikan American Studies Summer Immersion Program 2026 di bawah naungan Konsulat Jenderal Amerika Serikat Surabaya.
Sejumlah capaian juga mengarah pada pengembangan kepemimpinan dan masa depan peserta didik. Fransisko Jekson Oruw dari SMKN 1 Geger lolos Seleksi Paskibra Kemendikdasmen 2026. Dari SMAN 1 Mejayan, Arvi Fredicia Tyxsy diterima sebagai Taruna Akademi Angkatan Laut dan Jevera Akmal Miratno sebagai Taruna Akademi Angkatan Darat.
Di bidang kesiswaan, OSIS SMKN 1 Ngawi meraih Juara 2 Lomba Yel-Yel & Video Grafis pada HUT Bhayangkara ke-80 Polres Ngawi. Abdul Rozakq dari SMKN 1 Ngawi meraih Juara Favorit Video Kreatif dengan hadiah Rp1.000.000.
PMR Wira SMKN 2 Jiwan juga mencatat tiga capaian pada Jumpa Karya Prestasi PMR Jatim, yakni Peringkat 2 Kesehatan Remaja, Peringkat 1 Kebersihan Basecamp, serta Kontingen Terbaik Kategori Pratama.
Di tengah rangkaian capaian tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun, Lena, M.Pd., turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada para Guru Tamu yang melaksanakan tugas di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT). Informasi tersebut mencakup penugasan Guru Tamu di 17 SRT Kabupaten Madiun dan 17 SRT Kabupaten Ngawi.
Apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan terhadap dedikasi para Guru Tamu yang menjalankan tugas pendidikan di lingkungan SRT. Posisi Lena dalam konteks tersebut adalah sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun yang menyampaikan ucapan kepada para Guru Tamu, bukan sebagai Guru Tamu yang ditugaskan di SRT.
Jika seluruh catatan tersebut disusun dalam satu rangkaian, terlihat bahwa ruang prestasi peserta didik di wilayah Madiun cukup beragam. Ada kompetisi olahraga, seni, akademik, keterampilan, kreativitas, organisasi, kepemimpinan, hingga pengalaman lintas budaya.
Setiap capaian tentu memiliki prosesnya sendiri. Ada latihan yang panjang, persiapan yang tidak selalu terlihat, dukungan keluarga dan sekolah, serta keberanian untuk masuk ke arena kompetisi dan mengukur kemampuan.
Karena itu, deretan penghargaan tersebut tidak hanya berbicara tentang piala dan medali. Ia juga menjadi catatan mengenai bagaimana peserta didik menemukan ruang untuk mengembangkan potensi mereka.
Pada akhirnya, podium hanyalah titik akhir dari sebuah pertandingan. Cerita sesungguhnya berlangsung jauh sebelumnya, ketika seorang pelajar memilih berlatih, belajar, mencoba, gagal, memperbaiki diri, lalu kembali memasuki arena.
Mungkin itulah cerita baru yang sedang ditulis di Madiun. (Ayyubi).
