Lamongan, Media Pojok Nasional –
Langkah strategis peningkatan mutu akademik di SMAN 1 Sukodadi Kabupaten Lamongan membuahkan hasil nyata. Sekolah yang dipimpin Fadli ini mencatatkan lonjakan membanggakan pada Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru tahun 2026 ini: 28 siswa lolos jalur SNBP dan 20 peserta tambahan sukses menembus PTN lewat jalur SNBT.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lamongan, Dr. Budi Sulistyo, S.Pd., M.Si., menyambut gembira capaian tersebut sebagai bukti nyata transformasi kualitas pembelajaran yang terukur dan konsisten.
“Alhamdulillah, ada peningkatan yang menggembirakan: 20 peserta lolos jalur SNBT, sedangkan jalur SNBP tercatat 28 peserta. terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk kerja keras seluruh warga SMAN 1 Sukodadi,” tegas Dr. Budi Sulistyo dalam pernyataannya, menegaskan prestasi ini bukan sekadar angka, melainkan refleksi peningkatan mutu yang kokoh.
Fadli, Kepala SMAN 1 Sukodadi, menjelaskan keberhasilan ini lahir dari sistem pendampingan akademik terstruktur: pemetaan potensi sejak kelas X, bimbingan intensif materi tes, penguatan portofolio prestasi, serta kolaborasi erat guru, siswa, dan orang tua.
“Kami tidak sekadar mengejar kuota, tapi membangun budaya belajar tinggi dan daya saing siswa yang berkelanjutan. Lonjakan ini memvalidasi bahwa arah peningkatan mutu akademik yang kami jalankan berada di jalur yang benar,” ujarnya penuh syukur.
Menurut Dr. Budi Sulistyo, lonjakan jumlah lulusan yang diterima di PTN menjadi indikator utama keberhasilan tata kelola sekolah. Angka gabungan 48 siswa yang lolos kedua jalur tersebut menempatkan SMAN 1 Sukodadi sebagai salah satu rujukan kemajuan pendidikan menengah di Lamongan.
“Prestasi ini harus menjadi pemicu semangat, hasil nyata dari kerja terencana, inovasi pembelajaran, dan komitmen tanpa henti,” tambah Dr. Budi Sulistyo.
Sekolah kini menargetkan mempertahankan tren positif dengan memperkuat metode pembelajaran berbasis HOTS dan persiapan seleksi yang lebih adaptif. Bagi SMAN 1 Sukodadi, capaian ini bukan garis finis, melainkan landasan kokoh untuk meraih prestasi lebih tinggi demi melahirkan lulusan berdaya saing nasional. (Ayyubi).
