Surabaya, Media Pojok Nasional – Yayasan Pela Gandong menggelar kegiatan bakti sosial dengan membagikan paket sembako kepada Gamis lintas agama dan budaya serta para pengangkut sampah. Kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan dan kepedulian sosial ini berlangsung di Balai RT 08 RW 09 Pondok Benowo Indah Surabaya. minggu (15 Maret 2026).
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah unsur Pemerintahan, Forkopimcam Pakal, di antaranya Plt Lurah Babat Jerawat Bagus, Camat Pakal Zainudin Fanani, Danramil 0830/06 Benowo Mayor Inf Agung Prasetyo, serta Kapolsek Pakal AKP Mulya Sugiharto. Turut hadir pula Ketua Yayasan Pela Gandong beserta para anggota yayasan.

Daswiar Candra selaku Ketua Yayasan Pela Gandong, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial kepada para pekerja pengangkut sampah yang memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan serta memperkuat nilai toleransi di tengah masyarakat yang beragam latar belakang agama dan budaya.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus memperkuat nilai persaudaraan Pela Gandong yang menjunjung tinggi kebersamaan dan saling membantu,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Pakal Zainudin Fanani mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan Yayasan Pela Gandong. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan toleransi di wilayah Pakal.
Dalam kegiatan tersebut, puluhan ratusan sembako disalurkan kepada para pengangkut sampah serta Gamis lintas agama dan budaya. Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan.
Setelah kegiatan bakti sosial, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama sebagai bentuk kebersamaan dan mempererat silaturahmi antara yayasan, masyarakat, serta unsur pemerintahan yang hadir.
Yayasan Pela Gandong berharap kegiatan bakti sosial ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat solidaritas sosial serta menumbuhkan semangat kepedulian di tengah masyarakat.
Red.
