Bandul Pengaruh Dunia Bakal Bergeser Dari Amerika Pada Pakistan-Indonesia-Malaysia?

Amerika Serikat, Media Pojok Nasional – Kali ke 15 di Twitter (X) Tagar Muhammad Qasim menggelegar di jantung Informasi dunia yaitu Amerika Serikat. Pesan Mimpi Qasim selain memerangi syirik modern sebagai solusi ummat mengatasi problematika hidup juga pesan Mimpi akan peristiwa peristiwa masa depan yang satu persatu terjadi.

Seperti peristiwa bakal beralihnya bandul pengaruh dunia nomor wahid yaitu Amerika ke Pakistan-Indonesia dan Malaysia dimana Pakistan bersama aliansi sekutunya Indonesia dan Malaysia akan memenangkan Perang Dunia III Yang membuat publik internasional, terutama di Amerika, terperangah adalah akurasi linimasa peristiwa yang ia klaim.

Satuper satu kejadian global seolah mengonfirmasi potongan teka-teki yang pernah ia ceritakan bertahun-tahun sebelumnya.

Analisis geopolitik konvensional selama ini terpaku pada persaingan Washington versus Beijing. Namun, narasi Qasim menawarkan antitesis yang radikal. Ia memprediksi terjadinya pergeseran kekuasaan besar-besaran (The Great Shift).

Pudarnya Hegemoni Amerika Serikat diprediksi akan kehilangan takhta sebagai polisi dunia.

Kebangkitan Islam: Pakistan diposisikan sebagai titik awal kebangkitan, yang kemudian diperkuat oleh aliansi strategis dengan dua negara besar di Asia Tenggara: Indonesia dan Malaysia.

Aliansi Perang Dunia: Dalam “skenario” mimpi tersebut, aliansi ketiga negara ini digambarkan akan memenangkan Perang Dunia III, membawa stabilitas baru di tengah kekacauan global yang tak terelakkan.

Bagi pengamat media sosial, tren yang berulang hingga belasan kali di Amerika Serikat menandakan ada resonansi yang kuat antara pesan tersebut dengan keresahan publik di sana. Ketidakpastian ekonomi dan ketegangan politik dalam negeri AS tampaknya membuat narasi tentang “perubahan tatanan dunia” mendapatkan tempat di ruang dengar warga Paman Sam.

Apakah ini awal dari kenyataan sejarah yang sedang tertulis, ataukah sekadar harapan yang terbangun di atas awan digital? Yang pasti, bandul sejarah jarang sekali bergerak secara linier. Jika Indonesia dan Malaysia benar-benar diprediksi menjadi pilar dunia baru, pertanyaannya kini: sejauh mana kedua negara ini siap memikul beban kepemimpinan global tersebut?.

Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *