Bangkalan, Media Pojok Nasional — Kunjungan kerja Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, S.I.K., M.H. ke Kecamatan Tanah Merah tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, namun juga ruang dialog terbuka yang membahas berbagai persoalan strategis di wilayah hukum Polsek Tanah Merah, mulai dari pembangunan Mapolsek, gangguan ketertiban oleh debt collector, hingga persoalan keselamatan lalu lintas.
Dalam sesi diskusi bersama jajaran Forkopimcam dan tokoh setempat, AKBP Wibowo menegaskan bahwa pembangunan Mapolsek Tanah Merah tetap menjadi prioritas. Ia menjelaskan bahwa secara perencanaan, pembangunan Mapolsek sebenarnya telah masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).
Namun demikian, terdapat dinamika anggaran di tingkat pusat yang menyebabkan terjadinya pemindahan dan penghematan anggaran pada beberapa momentum sebelumnya, sehingga realisasi pembangunan sempat tertunda.
“Secara perencanaan sudah ada di DIPA. Memang ada dinamika, termasuk penghematan dan pemindahan anggaran. Tapi saya tegaskan, pembangunan Mapolsek Tanah Merah akan dilaksanakan tahun ini,” ujar AKBP Wibowo di hadapan peserta diskusi.
Pernyataan tersebut disambut positif sebagai angin segar bagi penguatan pelayanan kepolisian di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
Selain itu, Kapolres juga merespons keluhan masyarakat terkait maraknya praktik debt collector (DC) yang dinilai meresahkan dan kerap menimbulkan tekanan psikologis di tengah masyarakat.
“Tidak kenal maka tidak sayang. Tapi kalau sudah menyangkut debt collector yang meresahkan, sampaikan kepada saya. Hubungi 110, biar kami yang menyelesaikan,” tegasnya.
Kapolres menegaskan bahwa tidak boleh ada tindakan penagihan yang melanggar hukum, intimidatif, atau menciptakan rasa takut di masyarakat. Ia memastikan Polres Bangkalan siap hadir memberikan perlindungan hukum.
Dalam diskusi tersebut juga mencuat persoalan keselamatan lalu lintas, khususnya di pertigaan jalan utama Tanah Merah yang hingga kini belum dilengkapi lampu lalu lintas (traffic light). Kondisi ini dinilai rawan kecelakaan mengingat Tanah Merah berada di jalur nasional dengan arus kendaraan yang cukup padat.
AKBP Wibowo menyampaikan bahwa persoalan lalu lintas membutuhkan sinergi lintas sektor, tidak hanya kepolisian, namun juga pemerintah daerah dan instansi teknis terkait.
“Ini bukan hanya tugas polisi, tapi butuh kerja sama semua pihak agar keselamatan masyarakat benar-benar terjamin,” ujarnya.
Kunjungan kerja Kapolres Bangkalan ke Tanah Merah dinilai bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting dalam membangun kepemimpinan yang responsif dan solutif. Kehadiran langsung Kapolres di lapangan membuka ruang komunikasi dua arah yang selama ini kerap tersumbat oleh birokrasi berjenjang.
Komitmen terhadap pembangunan Mapolsek, ketegasan terhadap praktik debt collector, serta perhatian pada keselamatan lalu lintas menunjukkan pola kepemimpinan yang menempatkan kehadiran negara secara nyata di tengah masyarakat.
Jika konsistensi ini dijaga, maka kunjungan semacam ini bukan hanya memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam menciptakan keamanan yang berkeadilan dan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Tanah Merah.
