SMK Dharma Bahari Surabaya Meneguhkan Pendidikan Vokasi Berbasis Karakter dan Kompetensi

SURABAYA, Media Pojok Nasional –
Pendidikan vokasi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kompetensi teknis, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja. Dalam konteks tersebut, SMK Dharma Bahari Surabaya terus mengembangkan proses pendidikan dengan menempatkan karakter dan kompetensi sebagai bagian penting dari pembelajaran.

Berdiri pada 15 Juli 2002, dengan akar sejarah ketika masih dikenal sebagai Sekolah Pelayaran Menengah (SPM), SMK Dharma Bahari Surabaya kini berkembang menjadi lembaga pendidikan kejuruan dengan 1.944 peserta didik dan 83 tenaga pendidik. Sekolah yang berlokasi di Jalan Sikatan Lebar XVI No. 1–5, Manukan Wetan, Kecamatan Tandes, Surabaya, tersebut mempertahankan nilai-nilai kebaharian seperti disiplin, tanggung jawab, ketangguhan, dan kerja sama sebagai bagian dari pembentukan peserta didik.

Di bawah kepemimpinan Jermias Yohsua Takdare, S.E., M.MPd., pengembangan sekolah diarahkan pada tujuan pendidikan yang mencakup kesiapan lulusan untuk bekerja, melanjutkan pendidikan maupun mengembangkan kewirausahaan.

“Sekolah kejuruan harus mampu mencetak lulusan yang tidak hanya mencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja,” ujar Jermias dalam keterangannya.

Arah tersebut sejalan dengan visi SMK Dharma Bahari Surabaya untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja, siap kuliah, dan siap berwirausaha, sekaligus memiliki karakter, disiplin, kemampuan digital, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Penguatan wawasan juga dilakukan melalui Teacher Exchange Program, yang memberikan ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan perspektif pendidikan melalui keterlibatan guru dari luar negeri. Selain itu, pada 5 November 2025, sekolah menerima kunjungan dari Pusat Asesmen Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, bersama Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan jajaran Cabang Dinas.

Bagi pendidikan vokasi, proses pembentukan lulusan tidak berhenti pada pencapaian akademik. Kompetensi teknis perlu berjalan beriringan dengan sikap kerja, kemampuan berkomunikasi, kedisiplinan, serta kesiapan menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan industri.

Hal tersebut menjadi bagian dari semangat yang dirangkum dalam moto sekolah, “Karakter Kuat, Prestasi Hebat, Masa Depan Siap.”

Dengan jumlah peserta didik yang mencapai 1.944 orang dan didukung 83 tenaga pendidik, SMK Dharma Bahari Surabaya terus menjalankan proses pendidikan dengan orientasi pada penguatan karakter dan kompetensi. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh proses tersebut terus terukur, relevan dengan kebutuhan dunia kerja, dan memberikan manfaat nyata bagi lulusan.

Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan vokasi tidak hanya terlihat ketika siswa menerima ijazah, tetapi ketika mereka mampu menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun membangun kemandirian ekonomi.

Di titik itulah pendidikan menemukan maknanya: mempersiapkan generasi muda dengan karakter yang kuat, kompetensi yang relevan, dan kemampuan untuk menghadapi masa depan. (Ayyubi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *