Lihatlah Dirimu: Kamu Lelah, Kamu Tidak Menyerah, Itu Saja Sudah Hebat

Gresik, Media Pojok Nasional –  Ada kalanya manusia terlalu sibuk mengejar tujuan hingga lupa menghargai dirinya sendiri. Ia melihat apa yang belum tercapai, tetapi lupa menghitung seberapa jauh langkah yang telah ditempuh. Padahal, di tengah perjalanan yang panjang, mampu bertahan saja terkadang merupakan sebuah kemenangan.

Hendra SS, Sales Supervisor Indomarco Adi Prima dengan wilayah kerja Cerme, Bungah hingga Duduksampeyan, menjalani hari-harinya di antara jarak, waktu, target dan tanggung jawab. Tidak selalu ada tepuk tangan untuk setiap pekerjaan yang selesai. Tidak pula semua lelah terlihat oleh orang lain. Namun setiap hari ia tetap berjalan.

Ada filosofi sederhana yang terasa dalam: “Kamu lelah, kamu tidak menyerah, itu saja sudah hebat.” Kalimat itu bukan sekadar penghiburan, melainkan pengingat bahwa manusia tidak harus selalu tampil kuat untuk disebut hebat. Lelah adalah tanda bahwa seseorang telah memberikan tenaga, waktu dan pikirannya kepada perjalanan yang sedang ditempuh.

Tidak menyerah bukan berarti seseorang tidak pernah takut, menangis atau ingin berhenti. Justru keberanian sering lahir ketika semua perasaan itu hadir, tetapi seseorang tetap memilih bangkit dan meneruskan langkah. Seperti air yang mencari jalan ketika berhadapan dengan batu, kehidupan tidak selalu meminta manusia berlari. Kadang, kehidupan hanya meminta manusia tetap mengalir.

Dalam perenungan yang bernapas sufistik, perjalanan lahiriah sering kali menjadi perjalanan batin. Jalan yang panjang bukan semata-mata tentang mencapai tujuan, tetapi tentang bagaimana manusia dibentuk oleh setiap langkah. Lelah, kegagalan, penantian dan kesunyian dapat menjadi ruang tempat seseorang menemukan kekuatan yang sebelumnya tidak ia kenali.

Karena itu, jangan terlalu keras kepada diri sendiri hanya karena hari ini belum sampai. Bunga tidak tumbuh dengan tergesa-gesa. Ia terlebih dahulu menguatkan akar dalam kesunyian sebelum memperlihatkan keindahannya. Begitu pula manusia. Ada masa ketika perjuangan belum menghasilkan sesuatu yang dapat dilihat, tetapi bukan berarti tidak ada pertumbuhan.

Ketika malam datang dan seluruh pekerjaan telah selesai, mungkin tidak perlu bertanya berapa banyak yang berhasil dicapai. Cukup tanyakan satu hal: “Apakah hari ini aku menyerah?”

Jika jawabannya tidak, maka ada sesuatu yang patut disyukuri.

Sebab bisa jadi, kemenangan terbesar hari ini bukanlah berhasil menaklukkan dunia, melainkan berhasil menaklukkan keinginan untuk menyerah kepada keadaan.

Kamu lelah. Kamu tidak menyerah. Itu saja sudah hebat.

Dan besok, ketika matahari kembali terbit, berjalanlah lagi. Tidak harus cepat. Tidak harus sempurna. Cukup satu langkah lagi.

Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *