Bangkalan, Media Pojok Nasional – Suasana Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, kembali diwarnai polemik. Kabar mengenai sakitnya Kepala Desa Tengket, H. Suli, yang disebut-sebut tengah menjalani perawatan medis dan rencananya akan dipasang ring pada organ tubuh tertentu, kini menjadi bahan perbincangan hangat warga.
Kabar tersebut muncul di tengah derasnya kritik masyarakat terhadap minimnya kinerja pemerintah desa, khususnya dalam pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2024. Warga menilai sejumlah program pembangunan desa berjalan lambat, bahkan beberapa proyek penting harus ditangani secara swadaya oleh masyarakat.
Beberapa warga mengaku kecewa lantaran infrastruktur vital, terutama akses jalan utama desa yang menjadi jalur hilir-mudik warga untuk bekerja dan beraktivitas, justru diperbaiki dengan biaya dari kantong masyarakat sendiri.
“Kalau kita tidak swadaya, jalan ini mungkin tetap rusak dan sulit dilewati. Padahal ada anggaran dari DD dan ADD yang seharusnya bisa dipakai untuk kepentingan umum,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Seiring dengan kondisi tersebut, isu sakitnya H. Suli semakin ramai diperbincangkan. Sebagian warga menduga kondisi kesehatan sang kades dipicu tekanan akibat sorotan publik, sementara yang lain khawatir kabar sakit ini dijadikan pengalihan isu di tengah tuntutan transparansi penggunaan anggaran desa yang nilainya mencapai lebih dari Rp 1 miliaran.
“Semoga beliau cepat sembuh, tapi jangan sampai kabar sakit ini dijadikan alasan untuk menghindar dari tanggung jawab menjelaskan ke mana larinya anggaran DD dan ADD,” tegas seorang tokoh pemuda setempat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah desa maupun keluarga H. Suli belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi kesehatan maupun progres pelaksanaan program pembangunan. Warga pun berharap agar pihak berwenang segera turun tangan melakukan pemeriksaan, sehingga dugaan penyimpangan anggaran desa dapat terjawab dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan semestinya.
(Hanif)
