SURABAYA, Media Pojok Nasional – Pendidikan karakter tidak selalu harus disampaikan melalui ruang kelas. Kadang, sebuah cerita di layar justru mampu membawa pesan lebih jauh, menyentuh kesadaran, membuka percakapan, dan membuat seseorang melihat kembali hubungan antara manusia, alam, dan tanggung jawabnya.
Pesan itulah yang mengemuka dalam kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Sosialisasi Pendidikan Karakter dan Kesadaran Lingkungan Melalui Medium Film tingkat Provinsi Jawa Timur, yang berlangsung di CGV Cinemas BG Junction, Surabaya. Jumat (7/8/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai hadir bersama jajaran pendidikan. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Surabaya–Sidoarjo, Dr. Kiswanto, S.Pd., M.Pd., turut mendampingi dalam kegiatan tersebut.
Film “Teman Tegar Maira (Whisper from Papua)” menjadi medium utama dalam menyampaikan pesan pendidikan. Bukan sekadar tontonan, karya sinematik tersebut membawa penonton pada persoalan yang lebih mendasar: bagaimana karakter dibentuk dan bagaimana kesadaran terhadap lingkungan ditanamkan sejak dini.
Di titik itulah film memperoleh peran yang lebih luas dari sekadar hiburan. Sebuah cerita dapat menjadi ruang refleksi. Karakter para tokohnya dapat memperlihatkan nilai tentang keberanian, kepedulian, tanggung jawab, dan hubungan manusia dengan alam.
Pesan yang disampaikan pada penghujung kegiatan merangkum keseluruhan gagasan itu dalam kalimat sederhana:
“Kita jaga hutan, hutan jaga kita.”
Kalimat tersebut bukan sekadar penutup sebuah kegiatan. Ia membawa konsekuensi makna: bahwa menjaga lingkungan pada akhirnya juga merupakan bagian dari menjaga kehidupan manusia sendiri.
Bagi dunia pendidikan, pesan semacam itu menjadi penting. Sekolah tidak hanya dituntut melahirkan generasi yang mampu memahami pengetahuan, tetapi juga manusia yang mampu menggunakan pengetahuan tersebut dengan tanggung jawab.
Karena itu, pendidikan karakter dan kesadaran lingkungan tidak berhenti pada materi pelajaran. Ia membutuhkan pengalaman, keteladanan, dan ruang untuk merenungkan kenyataan.
Film memberi salah satu ruang itu.
Dan dari sebuah layar di ruang bioskop, pesan sederhana tentang hutan, karakter, dan masa depan generasi muda kembali diingatkan: apa yang hari ini dijaga, akan menentukan seperti apa kehidupan yang diwariskan kepada generasi berikutnya. (Ayyubi).
