BERITA: Tanggap Cepat Pemerintah Kecamatan Pakal dan Kelurahan Babat Jerawat Atasi Masalah Kawasan SWK dan Bosem

SURABAYA – Pemerintah Kecamatan Pakal bersama Pemerintah Kelurahan Babat Jerawat menunjukkan sikap tanggap dan gerak cepat dalam merespons berbagai permasalahan yang muncul di wilayahnya, khususnya terkait kondisi Kawasan SWK dan Bosem Babat Jerawat. Langkah nyata ini terungkap dalam sebuah pertemuan cangkruan informasi yang digelar untuk mendengar serta mencari solusi atas berbagai keluhan warga setempat.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas secara mendalam mengenai kondisi Kawasan SWK Babat Jerawat yang saat ini terlihat sepi dan kurang aktif. Selain itu, sorotan juga tertuju pada lahan di bagian belakang kawasan SWK yang dulunya difungsikan sebagai tempat pemancingan. Seiring berjalannya waktu, lahan tersebut kini terlihat terlantar, tidak terurus, dan permukaannya dipenuhi tanaman eceng gondok serta semak belukar yang mengganggu pemandangan dan berpotensi menjadi sarang hama.

Merespons hal tersebut, Camat Pakal, Zainuddin Fanani S.H., M.Met.Com, bersama Lurah Babat Jerawat, Sapto Pamoedji, hadir langsung dalam cangkruan tersebut untuk mendengarkan aspirasi sekaligus memberikan penjelasan terkait langkah penanganan yang telah mulai dilakukan.

Dalam keterangannya, Camat Pakal Zainuddin Fanani menegaskan bahwa pihaknya sangat memperhatikan setiap masukan yang disampaikan masyarakat melalui jalur komunikasi yang terbuka seperti cangkruan ini. “Kami hadir di sini untuk benar-benar merasakan apa yang dirasakan warga. Permasalahan yang ada di SWK maupun Bosem ini menjadi perhatian serius kami. Kami tidak akan membiarkan aset wilayah menjadi terbengkalai dan merugikan lingkungan maupun kenyamanan warga,” ujar Zainuddin.

Ia menambahkan bahwa saat ini tim gabungan dari kecamatan dan kelurahan telah mulai melakukan pembersihan di lahan belakang SWK yang dipenuhi eceng gondok. Langkah ini merupakan awal dari upaya pemulihan agar kawasan tersebut kembali tertata rapi dan memiliki fungsi yang bermanfaat bagi warga sekitar.

Sementara itu, Lurah Babat Jerawat Sapto Pamoedji menyampaikan bahwa pembersihan lahan yang terlantar ini akan diikuti dengan kajian lebih lanjut mengenai pengelolaan dan pemanfaatan kawasan SWK agar tidak kembali sepi dan mati. “Kami menyadari bahwa kawasan SWK memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi tempat yang hidup dan bermanfaat bagi ekonomi warga maupun kegiatan sosial. Oleh karena itu, setelah lahan bersih, kami akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyusun konsep pengelolaan yang lebih baik dan berkelanjutan,” jelas Sapto.

Ia juga mengapresiasi peran serta warga yang aktif menyampaikan laporan dan keluhan. Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci agar setiap permasalahan dapat segera ditemukan solusinya.

Warga setempat pun menyambut baik langkah cepat yang diambil Camat dan Lurah. Mereka berharap setelah pembersihan selesai, kawasan tersebut tidak hanya bersih, tetapi juga dikelola dengan baik sehingga dapat menghidupkan kembali suasana di SWK dan Bosem Babat Jerawat.

Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan lahan dari eceng gondok dan sampah di kawasan belakang SWK Babat Jerawat terus berjalan secara bertahap dengan melibatkan unsur pemerintah serta dukungan warga sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *