GRESIK , Media Pojok Nasional – Perjalanan pembangunan sebuah desa tidak selalu diukur dari perubahan fisik yang terlihat. Lebih dari itu, kemajuan desa juga tercermin dari kemampuan pemerintah dalam membangun tata kelola, memperkuat ekonomi masyarakat, meningkatkan pelayanan publik, serta menciptakan sinergi antara pemerintah dan warga.
Hal tersebut menjadi bagian dari dinamika pembangunan Desa Lundo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, dalam beberapa tahun terakhir di bawah kepemimpinan Kepala Desa Nanang Sucipto. Berbagai langkah yang dijalankan menunjukkan arah pembangunan yang tidak hanya berfokus pada program, tetapi juga pada penguatan kelembagaan dan partisipasi masyarakat.
Salah satu agenda strategis yang berkembang adalah keterlibatan Desa Lundo dalam Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat untuk memperkuat ekonomi desa melalui kelembagaan koperasi.
Di tingkat desa, Pemerintah Desa Lundo memberikan dukungan terhadap pengembangan KDMP melalui koordinasi bersama masyarakat dan unsur terkait. Kehadiran koperasi diharapkan dapat menjadi salah satu ruang penguatan aktivitas ekonomi warga, mendukung pengembangan usaha masyarakat, serta membuka peluang bagi tumbuhnya potensi ekonomi lokal.
Selain sektor ekonomi, Pemerintah Desa Lundo juga melakukan penguatan pada aspek tata kelola pemerintahan. Pemanfaatan teknologi informasi menjadi salah satu langkah dalam memperluas akses informasi dan membuka ruang partisipasi masyarakat.
Melalui kanal resmi desa, Pemerintah Desa Lundo menyediakan ruang evaluasi pelayanan publik melalui Survei Kepuasan Masyarakat. Mekanisme tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pemerintahan yang lebih terbuka serta memperoleh masukan langsung dari masyarakat terhadap kualitas pelayanan.
Dalam lingkup pemerintahan desa, Nanang Sucipto juga menjalankan peran di tingkat kecamatan setelah dipercaya sebagai Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Benjeng periode 2024–2027. Amanah tersebut menempatkannya dalam ruang koordinasi antar kepala desa untuk memperkuat komunikasi, bertukar pengalaman, dan mendorong sinergi pembangunan antarwilayah.
Latar belakang Nanang sebagai purnawirawan TNI menjadi bagian dari perjalanan kepemimpinannya. Pengalaman dalam lingkungan militer menjadi salah satu bekal dalam membangun kedisiplinan organisasi, koordinasi, serta pengelolaan pemerintahan desa.
Meski demikian, pembangunan Desa Lundo tetap merupakan kerja bersama. Pemerintah desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), lembaga kemasyarakatan, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menentukan arah pembangunan sesuai kebutuhan warga.
Dalam perjalanannya, Desa Lundo juga terus membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai unsur pemerintahan maupun pihak terkait dalam mendukung program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Memasuki 2026, sejumlah agenda seperti penguatan ekonomi melalui koperasi, peningkatan pelayanan publik berbasis informasi, serta penguatan koordinasi pemerintahan menjadi bagian dari proses pembangunan Desa Lundo.
Catatan perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan desa bukan hanya tentang capaian yang terlihat, tetapi juga tentang bagaimana pemerintahan mampu menjaga kepercayaan masyarakat, menghadirkan pelayanan yang semakin baik, dan membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Desa Lundo terus bergerak melalui proses pembangunan yang bertahap, dengan menjadikan kolaborasi, keterbukaan, dan partisipasi masyarakat sebagai bagian penting dalam membangun masa depan desa.
(Ayyubi)
