MOJOAGUNG , Media Pojok Nasional – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., melakukan kunjungan kerja ke SMAN Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jumat (21/8/2026). Kunjungan tersebut didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Dr. Eko Redjo Sunariyanto, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran.
Rombongan disambut Kepala SMAN Mojoagung, Mu’alim, S.Pd., M.Pd., bersama guru dan tenaga kependidikan. Kunjungan menjadi kesempatan bagi Kepala Dinas untuk melihat secara langsung kondisi lingkungan sekolah, fasilitas pembelajaran, sekaligus berbagai inovasi yang dikembangkan SMAN Mojoagung.
Aries meninjau sejumlah fasilitas sekolah, mulai dari ruang kelas, lingkungan sekolah, kantin hingga sarana penunjang keamanan dan kegiatan belajar mengajar. Salah satu yang turut diperhatikan adalah fasilitas penyimpanan telepon genggam bagi peserta didik sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana belajar yang lebih tertib dan kondusif.
Agenda kemudian berlanjut pada peninjauan Program SIKAP atau Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan. Di area green house, Aries melihat langsung pengelolaan berbagai tanaman pangan dan hortikultura, di antaranya cabai rawit, terong, kacang panjang, dan tomat yang dibudidayakan oleh warga sekolah.
Tidak hanya green house, Kepala Dinas juga meninjau kolam ikan di kawasan Gazebo SMAN Mojoagung. Pemanfaatan lahan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun lingkungan produktif sekaligus menghadirkan pembelajaran kontekstual bagi peserta didik tentang ketahanan pangan, kemandirian, dan pengelolaan sumber daya lingkungan.
Aries mengapresiasi pengembangan Program SIKAP yang dinilainya mampu menghubungkan proses pembelajaran dengan praktik kehidupan sehari-hari.
“Program SIKAP bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan pembelajaran nyata yang menanamkan kemandirian dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Inilah yang kita harapkan, sekolah yang tidak hanya mencetak prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan hidup,” ungkapnya.
Kunjungan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya inovasi sekolah dalam memperluas orientasi pendidikan. Program ketahanan pangan tidak berhenti pada pemanfaatan lahan, tetapi dapat menjadi ruang belajar bagi peserta didik untuk mengenal proses produksi, tanggung jawab, kerja sama, serta nilai kemandirian secara langsung. (Ayyubi).
