MADIUN , Media Pojok Nasional – Ada suara yang sekadar terdengar. Ada pula suara yang membangunkan sesuatu di dalam dada. Malam ini, Caruban akan mendengar yang kedua.
Dari SMK Negeri 1 Mejayan, Bahana Green Nada datang bukan sekadar membawa drum dan barisan. Mereka membawa keberanian, disiplin, kebanggaan, dan energi anak-anak muda yang ditempa untuk tampil tanpa ragu.
Sabtu, 22 Agustus 2026, pukul 18.30 WIB, Military Drumband kebanggaan SMKN 1 Mejayan itu akan menjadi bagian dari Caruban Night Carnival Solidarity 2026, bergerak dari Alun-Alun Caruban menuju Lapangan Bangunsari.
Di balik dentuman yang akan mengguncang jalanan Caruban, ada latihan panjang yang menuntut ketepatan nyaris tanpa celah. Satu langkah yang terlambat dapat merusak formasi. Satu ketukan yang meleset dapat memecah harmoni. Karena itu, setiap gerakan dibangun dari disiplin, pengulangan, dan kepercayaan terhadap satu sama lain.
Kepala SMKN 1 Mejayan, Lecta Januar, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa penampilan tersebut bukan semata-mata pertunjukan.
“Ini adalah momen bagi para siswa untuk menunjukkan bakat dan kerja keras mereka di hadapan masyarakat. Kami berharap penampilan ini dapat menjadi kebanggaan bersama serta menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya,” ujarnya.
Bahana Green Nada tidak datang untuk sekadar lewat. Mereka datang untuk meninggalkan jejak.
Ketika panji terangkat, langkah pertama dimulai, dan dentuman drum pecah di tengah malam, perhatian akan tertuju pada satu barisan: anak-anak Mejayan yang bergerak dalam satu irama.
Dari sebuah sekolah, mereka melangkah menuju panggung yang lebih luas. Dari latihan yang sunyi, mereka membawa suara yang akan didengar banyak orang.
Malam ini, Caruban bukan sekadar menyaksikan drumband. Caruban akan menyaksikan keberanian yang dimainkan dalam irama, tegas, megah, dan menghentak hingga ke jantung. (Ayyubi).
