Gebyar Muharram: Lebaran Yatim dan Penguatan Ekonomi Rakyat Berjalan Beriringan di Lamongan

LAMONGAN, Media Pojok Nasional –
Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Kabupaten Lamongan berlangsung dengan pola penyaluran manfaat ganda.

Melalui kegiatan Gebyar Muharram 1448 H–Lebaran Yatim Muharram, bantuan disalurkan kepada anak yatim sekaligus pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Acara berlangsung di ruang Edotel SMKN 1 Lamongan pada Rabu (8/7/2026).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Lamongan.

Program ini menjangkau peserta dari berbagai penjuru wilayah Lamongan. Penerima manfaat mencakup anak yatim yang bersekolah di jenjang SMA maupun SMK, baik negeri maupun swasta, serta pelaku UMKM yang telah ditetapkan sebagai sasaran program setelah melalui proses verifikasi. Penyaluran bantuan menjadi inti utama dari seluruh rangkaian kegiatan.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Lamongan Dr. Budi Sulistyo, Kepala SMKN 1 Lamongan Supa’at, S.Pd., M.M.Pd., jajaran pejabat Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, perwakilan Baznas Jawa Timur, kepala sekolah se-Kabupaten Lamongan, serta tamu undangan lainnya.

Usai sesi pembukaan, dilakukan penyerahan santunan secara simbolis, sebelum bantuan didistribusikan satu per satu kepada seluruh penerima sesuai data yang telah diverifikasi.

Panitia telah menyusun alur penyaluran secara bertahap agar berjalan tertib, sementara para penerima mengikuti tahapan hingga distribusi tuntas dilaksanakan.

Kegiatan ini menempatkan sinergi antarlembaga sebagai kerangka kerja utama. Dalam skema ini, satuan pendidikan tidak sekadar berfungsi sebagai tempat pelaksanaan seremoni, melainkan menjadi ruang temu berbagai pemangku kepentingan untuk agenda pelayanan sosial yang menyentuh sektor pendidikan dan ekonomi akar rumput.

Bagi Kabupaten Lamongan, penyelenggaraan tahun ini menjadi contoh pola program sosial yang tidak berdiri sendiri. Momentum pergantian tahun Islam dimanfaatkan untuk menyalurkan bantuan kepada kelompok yang telah terdata kebutuhannya, menggabungkan dua sasaran dalam satu rangkaian terpadu. Substansi kegiatan diletakkan pada proses penyaluran yang nyata, bukan sekadar seremonial belaka. (Ayyubi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *