Gresik, Media Pojok Nasional –
Jum’at siang (14/5/2026), arus kendaraan di ruas Tol Gresik melaju seperti biasa di bawah langit yang terik. Di tengah perjalanan itu, kendaraan yang ditumpangi Ustadz Rifky Ja’far Thalib menuju Masjid Namira mendadak mengalami mogok.
Kap mobil terbuka di pinggir jalan tol. Panas siang terasa cukup menyengat. Situasi yang bagi sebagian orang mungkin memancing keluhan atau kepanikan, justru dijalani dengan wajah tenang dan senyum yang tetap terjaga.
Dengan nada ringan dan penuh keteduhan, Ustadz Rifky mengucapkan kalimat sederhana: “Alhamdulillah ala kulli haal.”
Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan.
Tidak ada nada kesal. Tidak ada amarah kepada keadaan. Yang terlihat justru ketenangan hati dalam menerima sesuatu yang tidak berjalan sesuai rencana.
Momen sederhana itu kemudian menyentuh perhatian banyak orang. Sebab di tengah kehidupan yang semakin cepat dan mudah dipenuhi emosi, sikap tenang seperti itu terasa semakin langka.
Perjalanan menuju Masjid Namira Lamongan yang semula hanya bagian dari agenda dakwah biasa, berubah menjadi pelajaran kecil tentang bagaimana menerima ujian dengan lapang dada. Bahwa terkadang, dakwah paling dalam tidak selalu hadir lewat panjangnya ceramah, melainkan melalui sikap saat menghadapi kesulitan.
Di pinggir Tol Gresik pada siang itu, publik menyaksikan satu hal yang sederhana namun menenangkan: seseorang yang tetap menjaga syukur meski perjalanan harus terhenti sejenak.
Dan dari momen kecil tersebut, banyak orang belajar bahwa hidup tidak selalu tentang seberapa lancar perjalanan berlangsung, tetapi tentang bagaimana hati tetap tenang ketika keadaan berubah di luar rencana. (Ayyubi).
