FCSDS Puskesmas Arosbaya Bangkalan Fokus Perkuat Skrining dan Pendampingan Pasien TB

Bangkalan, Media Pojok Nasional – Kepala Puskesmas Arosbaya, dr. Hj. Anita Oktavia, M.Si., menegaskan bahwa kegiatan Facility and Community-based Service Delivery Support for Tuberculosis (FCSDS) di Puskesmas Arosbaya difokuskan pada penguatan penemuan kasus Tuberkulosis (TB) secara dini, percepatan layanan pemeriksaan, serta pendampingan pasien hingga tuntas pengobatan.

Menurut dr. Anita, FCSDS merupakan bagian dari upaya penguatan layanan TB berbasis fasilitas kesehatan dan komunitas yang dijalankan melalui Puskesmas dengan melibatkan tenaga kesehatan, kader, serta jejaring masyarakat.

“FCSDS di Puskesmas Arosbaya berfokus pada penemuan kasus TB secara aktif, investigasi kontak, hingga pendampingan pasien agar pengobatan berjalan tuntas dan risiko penularan dapat ditekan,” ujar dr. Hj. Anita Oktavia, M.Si., Kepala Puskesmas Arosbaya, Bangkalan, pada Selasa (28/04) dalam momen pelaksanaan FCSDS di Desa Lajing.

Ia menjelaskan, salah satu kegiatan utama dalam program tersebut adalah skrining TB sistematis yang dilakukan baik di dalam gedung maupun di luar gedung Puskesmas. Sasaran skrining meliputi warga dengan gejala batuk berkepanjangan, kontak serumah pasien TB, serta kelompok rentan seperti lansia, perokok, penderita diabetes, balita, dan masyarakat di kawasan padat hunian.

Selain itu, Puskesmas Arosbaya juga menjalankan investigasi kontak melalui penelusuran terhadap anggota keluarga atau kontak erat pasien TB aktif. Kegiatan ini dilakukan melalui pendataan, kunjungan rumah, skrining gejala, hingga rujukan pemeriksaan lanjutan apabila ditemukan indikasi mengarah pada TB.

“Langkah ini penting untuk memutus rantai penularan. Karena itu, kami tidak hanya menunggu pasien datang ke Puskesmas, tetapi juga melakukan penjangkauan langsung ke masyarakat,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, program FCSDS juga mencakup kegiatan community outreach atau penjangkauan langsung ke masyarakat melalui kunjungan rumah, edukasi di desa dan kelurahan, penyuluhan, serta skrining lapangan bersama kader kesehatan.

Tidak hanya itu, Puskesmas Arosbaya juga melakukan penemuan kasus aktif atau Active Case Finding (ACF) dengan pola jemput bola di masyarakat. Melalui kegiatan ini, warga yang terindikasi gejala TB dapat segera diarahkan menjalani pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan dahak, Tes Cepat Molekuler (TCM), hingga rujukan rontgen thorax.

dr. Anita menambahkan, FCSDS tidak hanya berfokus pada penemuan kasus, tetapi juga pada upaya pencegahan melalui pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), khususnya bagi anak yang tinggal serumah dengan pasien TB, kontak erat tanpa gejala, serta kelompok rentan lainnya.

“Upaya pencegahan menjadi bagian penting agar penularan tidak meluas, terutama pada anak-anak dan kelompok berisiko tinggi,” ungkapnya.

Untuk pasien yang telah terdiagnosis TB, Puskesmas Arosbaya juga memberikan pendampingan selama masa pengobatan. Pendampingan tersebut meliputi edukasi kepatuhan minum obat, pemantauan pasien agar tidak putus obat, kunjungan rumah, penguatan dukungan keluarga, hingga pemantauan sampai pasien dinyatakan sembuh.

Selain pasien TB sensitif obat, FCSDS juga memberikan dukungan pendampingan bagi pasien TB resistan obat (TB RO), mulai dari proses rujukan, kontrol lanjutan, hingga pemantauan terapi jangka panjang.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut, lanjut dr. Anita, juga diperkuat dengan pencatatan dan pelaporan rutin mulai dari data skrining, hasil pemeriksaan, notifikasi kasus, tindak lanjut pengobatan, hingga evaluasi kinerja kader di lapangan.

Ia menegaskan, keberhasilan program FCSDS tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, Dinas Kesehatan, hingga fasilitas rujukan.

“Inti dari FCSDS adalah menemukan kasus TB lebih cepat, memastikan pasien segera diperiksa dan diobati, mencegah penularan, serta mendampingi pasien sampai sembuh. Ini menjadi bagian penting dari upaya bersama menekan angka TB di wilayah Arosbaya,” pungkasnya.

Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *