Ketua Pejalan Nilai Visi–Misi PSI Relevan untuk Bangkalan, Dorong Politik Kerakyatan dan Berkeadilan

Bangkalan, Media Pojok Nasional — Ketua Perkumpulan Jurnalis Bangkalan (Pejalan), Syaiful Anam S.Pd yang akrab disapa Anam menyampaikan pandangan dan apresiasi politiknya kepada Amin, Ketua terpilih Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Bangkalan. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk refleksi publik atas arah kepemimpinan PSI di tingkat daerah, khususnya dalam menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan demokrasi lokal di Bangkalan, Jawa Timur.

Dalam keterangannya, Anam menilai visi PSI tentang Indonesia yang berkarakter kerakyatan, berkemanusiaan, berkeragaman, berkeadilan, berkemajuan, dan bermartabat memiliki relevansi kuat untuk diterapkan di Bangkalan. Menurutnya, Bangkalan sebagai wilayah dengan keragaman sosial, basis masyarakat agraris–maritim, serta dinamika kepemudaan dan pesantren, membutuhkan orientasi politik yang tidak elitis, tetapi berpihak pada kepentingan rakyat bawah.

“Bangkalan masih menghadapi persoalan klasik seperti kesenjangan ekonomi, keterbatasan akses pendidikan, lapangan kerja, serta tata kelola pemerintahan yang harus terus diperbaiki. Visi PSI yang menekankan kerakyatan dan keadilan sosial sangat kontekstual jika diterjemahkan secara serius di tingkat kebijakan daerah,” ujar Anam.

Lebih lanjut, Anam mengulas misi PSI satu per satu dan mengaitkannya dengan kebutuhan politik lokal Bangkalan. Menurutnya, misi menggalang kekuatan nasional melalui kepemimpinan politik yang ideologis, terorganisir, dan terstruktur penting diterapkan di Bangkalan untuk memutus tradisi politik transaksional dan pragmatis yang selama ini kerap mencederai kepercayaan publik.

“Masyarakat Bangkalan butuh pendidikan politik yang ideologis dan rasional. Kepemimpinan partai harus hadir sebagai sarana kaderisasi, bukan sekadar kendaraan elektoral,” tegasnya.

Terkait misi melanjutkan agenda reformasi dan demokratisasi dengan nilai solidaritas nasional, Anam menilai PSI memiliki peluang besar untuk menjadi kekuatan penyeimbang demokrasi lokal. Ia menekankan pentingnya keberpihakan pada transparansi, pengawasan kekuasaan, serta perlindungan terhadap kebebasan sipil dan pers di daerah.

Sementara itu, misi membangun kembali semangat republikanisme, kebhinnekaan, dan gotong royong dinilai Anam sangat relevan dengan karakter sosial Bangkalan yang plural, baik dari sisi budaya, latar belakang organisasi keagamaan, maupun generasi muda. Menurutnya, politik identitas yang sempit harus dilawan dengan narasi kebangsaan yang inklusif dan berkeadaban.

“Bangkalan membutuhkan politik pemersatu, bukan politik yang memecah. PSI harus hadir sebagai rumah bersama bagi anak muda, santri, nelayan, petani, dan kelompok marjinal lainnya,” tambah Anam.

Adapun misi mendorong martabat Indonesia dalam pergaulan internasional, menurut Anam, dapat diterjemahkan di level daerah melalui penguatan ekonomi lokal, UMKM, potensi maritim, serta kesiapan sumber daya manusia Bangkalan menghadapi arus globalisasi dan pembangunan kawasan strategis di Jawa Timur.

Menutup pernyataannya, Anam berharap kepemimpinan Amin sebagai Ketua PSI Kabupaten Bangkalan mampu menerjemahkan visi dan misi partai ke dalam kerja politik nyata yang berpihak pada rakyat, transparan, dan berorientasi jangka panjang.
“Sebagai jurnalis, kami akan terus mengawal dan mengkritisi secara objektif. Politik yang sehat lahir dari partai yang terbuka terhadap kritik dan konsisten pada nilai-nilai yang diperjuangkannya,” pungkas Anam.
(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *