Segelas Jus, Segunung Manfaat ? Yuk, Cari Tahu Faktanya..!

Surabaya, Media Pojok Nasional – Segelas jus segar kerap menjadi pilihan praktis bagi banyak orang untuk menikmati buah. Rasanya manis, menyegarkan, dan dianggap menyehatkan, sehingga jus sering hadir di rumah, kafe, hingga pusat kebugaran. Banyak pula yang menjadikannya pengganti sarapan atau minuman setelah berolahraga. Namun, pertanyaan penting muncul: apakah kandungan gizi buah tetap sama setelah diblender? Atau justru ada manfaat yang berkurang?
Untuk memahami hal itu, kita perlu melihat apa yang terjadi pada buah ketika melalui proses mekanis blender.

  1. Proses Mekanis Saat Buah Diblender
    Ketika buah dihancurkan, pisau blender merusak dinding sel yang selama ini melindungi vitamin, mineral, dan fitonutrien. Setelah hancur, zat gizi tersebut keluar dan lebih mudah diserap tubuh. Inilah sebabnya jus terasa lebih kaya dan cepat dicerna. Namun, proses ini juga dapat mengurangi sebagian kandungan antioksidan serta membuat struktur serat berubah menjadi lebih halus, sehingga efek kenyangnya berkurang dibandingkan buah utuh.
    Pada jus kemasan, penurunan nutrisi bahkan bisa lebih besar. Proses industri seperti pemanasan atau penghilangan oksigen untuk memperpanjang masa simpan dapat membuat kandungan vitamin berkurang. Jus pabrik memang praktis, tetapi manfaatnya biasanya tidak setinggi jus segar, apalagi buah utuh.
  2. Jus Buah vs Buah Utuh
    Jus cenderung mengandung lebih sedikit serat dibanding buah utuh. Meski begitu, vitamin dan mineral dalam jus bisa lebih mudah diserap karena struktur buah telah dipecah. Sejumlah penelitian menyebut bahwa konsumsi jus buah 100% dapat memberikan manfaat kardiovaskular dan tidak otomatis menyebabkan obesitas jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.
    Namun, beberapa laporan menunjukkan bahwa konsumsi jus berlebih, terutama pada anak-anak, dapat berkaitan dengan peningkatan risiko masalah kesehatan tertentu. Karena itu, anak-anak tetap disarankan mengonsumsi buah segar untuk mendapatkan asupan serat yang optimal. Jus juga sebaiknya diminum segera setelah dibuat agar vitamin tidak hilang karena paparan udara dan cahaya.
  3. Kelebihan Jus Dibanding Buah Utuh
    Jus tetap memiliki sejumlah keunggulan:
    • Praktis dan cepat disiapkan.
    • Mudah dicerna, cocok untuk orang dengan gangguan pencernaan atau setelah olahraga.
    • Alternatif bagi orang yang sulit makan buah utuh.
    • Dapat memberikan manfaat kesehatan tertentu, tergantung buah yang digunakan. Misalnya, nanas, alpukat, dan pepaya kaya kalsium sehingga dapat membantu mencegah pengeroposan tulang.
  4. Kekurangan Jus yang Perlu Diperhatikan
    Meski bermanfaat, konsumsi jus juga memiliki risiko:
    • Dapat menyebabkan penambahan berat badan jika diminum berlebihan akibat tingginya kalori dan gula alami.
    • Mengandung serat lebih sedikit sehingga cepat membuat lapar.
    • Mudah mengalami penurunan vitamin jika tidak segera diminum.
    • Tidak ideal bagi penderita diabetes jika ditambah pemanis atau diminum terlalu banyak.
  5. Tips Memilih dan Mengonsumsi Jus
    a) Pilih buah tinggi serat seperti jambu biji, apel, jeruk, atau mangga untuk meningkatkan rasa kenyang.
    b) Waktu terbaik minum jus adalah pagi hari saat perut masih kosong.
    c) Konsumsi secukupnya. Menurut National Health Service (NHS), satu gelas jus per hari sudah cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin.

Pada akhirnya, membuat jus bukan sekadar mengubah buah menjadi cairan. Ada perubahan fisik dan kimia yang memengaruhi nilai gizinya. Meski jus praktis dan menyenangkan, buah utuh tetap penting karena seratnya tidak tergantikan. Kombinasi keduanya adalah pilihan terbaik: makan buah secara langsung untuk serat, dan sesekali nikmati jus untuk variasi rasa dan kemudahan.

Oleh: Zahara Zahwa Nabilla Progam Studi Teknologi Kesehatan Gigizahara.zahwa.nabilla-2025@vokasi.unair.ac.id

Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *