Surabaya, Media Pojok Nasional – Ribuan buruh yang tergabung dalam Gerakan Serikat Pekerja (GASPER) Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya, pada hari Kamis (27/11/2025). Aksi ini dilakukan untuk menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Timur tahun 2026 menjadi Rp 3.356.349.

Massa yang diperkirakan mencapai 6000 orang ini berasal dari berbagai daerah industri di Jawa Timur, termasuk Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Malang. Para buruh mulai berkumpul di Frontage Jalan Ahmad Yani, Surabaya, sekitar pukul 11.00 WIB. Dari titik kumpul, mereka bergerak menuju Kantor Gubernur Jawa Timur dengan melewati rute-rute utama kota Surabaya, meliputi Jalan Wonokromo, Jalan Raya Darmo, Jalan Basuki Rachmat, Jalan Embong Malang, Jalan Blauran, dan Jalan Bubutan.

Aksi demonstrasi ini berlangsung dengan tertib di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian. Perwakilan dari GASPER Jawa Timur secara bergantian menyampaikan orasi yang berisi tuntutan-tuntutan mereka terkait kesejahteraan buruh. Selain menuntut kenaikan UMP, para buruh juga menyuarakan aspirasi terkait jaminan sosial, kondisi kerja yang layak, serta penolakan terhadap kebijakan-kebijakan yang dianggap merugikan kaum pekerja.
“Kami menuntut agar pemerintah provinsi Jawa Timur segera merealisasikan kenaikan UMP yang sesuai dengan kebutuhan hidup layak buruh,” ujar salah satu orator dari atas mobil komando. “Kenaikan UMP ini sangat penting untuk meningkatkan daya beli buruh dan keluarganya, serta untuk menjaga stabilitas ekonomi Jawa Timur.”
Aksi ini menyebabkan kemacetan lalu lintas di beberapa ruas jalan yang dilalui oleh massa. Aparat kepolisian telah melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan. Hingga berita ini diturunkan, perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan para buruh.
GASPER Jawa Timur mengancam akan terus melakukan aksi demonstrasi yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi. Mereka juga menyerukan kepada seluruh buruh di Jawa Timur untuk terus bersatu dan memperjuangkan hak-hak mereka.(Msh)
