Kemunculan Buaya di Sungai Tonjung Resahkan Warga BPBD Bangkalan Gerak Lakukan Pengamanan

Bangkalan, Media Pojok Nasional — Seorang perempuan beserta anaknya dilaporkan hilang di wilayah perairan Desa Tonjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Peristiwa ini memicu kepanikan warga setelah ditemukan sandal milik korban di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan, M Zainul Qomar, menyampaikan bahwa korban diketahui merupakan warga asal Bojonegoro yang tinggal bersama keluarganya di kawasan Demangan, Tonjung.

“Indikasi awal korban hilang di sekitar perairan. Ditemukannya sandal di lokasi membuat warga menduga korban mengalami kejadian di air,” ujarnya.

Pencarian korban langsung dilakukan sejak pagi hari oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI-Polri, serta tim SAR dari Madura. Operasi pencarian ditargetkan berlangsung selama tujuh hari.

“Kami bersama Kapolsek, Danramil, dan tim SAR melakukan penyisiran. Tim dari Sumenep juga sedang dalam perjalanan untuk memperkuat pencarian,” jelasnya.

Situasi di lokasi semakin mengkhawatirkan setelah munculnya dugaan keberadaan buaya di sekitar perairan tersebut. Sejumlah warga mengaku melihat kemunculan dua ekor buaya pada malam hari.

“Memang ada laporan warga melihat buaya, bahkan tadi malam kembali muncul. Kami khawatir ada keterkaitan dengan hilangnya korban,” ungkap Qomar.

Upaya penanganan juga dilakukan dengan memasang umpan berupa ayam dan bebek untuk memastikan keberadaan buaya. Namun hingga kini belum ada respons dari hewan tersebut.

BPBD juga telah berkoordinasi dengan pihak konservasi dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk penanganan lebih lanjut, mengingat dugaan buaya tersebut merupakan jenis buaya muara dengan ciri moncong panjang.

“Secara teknis penanganan satwa menjadi kewenangan KKP. Kami hanya memfasilitasi di lapangan,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi kejadian. BPBD juga memasang banner peringatan demi keselamatan warga.

Dalam operasi pencarian, BPBD mengerahkan sedikitnya 15 perahu yang digunakan untuk menyisir area perairan, baik di permukaan maupun di bawah air.

“Kami melakukan pencarian di dua sisi, di atas untuk mencari korban, dan di bawah juga mengantisipasi keberadaan buaya. Tim terus bergerak secara intensif,” tegasnya.
Kondisi keluarga korban dilaporkan sangat terpukul, bahkan anggota keluarga tampak histeris di lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung, sementara aparat terus memantau potensi ancaman dari kemunculan buaya di wilayah tersebut.

Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *