Jawa Timur , Media Pojok Nasional – Ada sisi kehidupan yang biasanya tidak masuk dalam berita. Pada siang hari, Kunjung Wahyudi dikenal sebagai Ketua Komisi Nasional Pendidikan (Komnasdik) Jawa Timur. Namanya diberitakan dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengawasan, pendampingan, dan peningkatan mutu pendidikan.
Aktivitas Komnasdik Jatim di bawah koordinasi Kunjung Wahyudi selama ini diberitakan mencakup pengawalan kebijakan pendidikan, pendampingan sekolah, peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, serta penguatan tata kelola pendidikan. Komnasdik juga membangun kemitraan dengan berbagai lembaga pendidikan untuk mendorong peningkatan mutu dan kualitas pembelajaran di Jawa Timur.
Dalam sejumlah pemberitaan, Komnasdik Jatim juga disebut mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan berkualitas, sekaligus memperkuat komunikasi antara sekolah, orang tua, tenaga pendidik, dan berbagai pihak yang berkepentingan terhadap pendidikan. Aktivitas tersebut membuat ruang kerja Kunjung Wahyudi tidak hanya berada di ruang pertemuan, tetapi juga bersentuhan dengan berbagai persoalan pendidikan di lapangan.
Lalu malam datang. Sebuah foto memperlihatkan Kunjung duduk di ruang kerja. Kepala bertumpu pada tangan, sementara lampu meja menerangi wajahnya. Di atas gambar itu terdapat tiga kata: “KAMU HARUS KUAT.”
Keterangan yang menyertai foto tersebut berbicara lebih sederhana: “Ketika malam tiba, barulah terasa semua lelahnya. Lelah hati, fisik dan pikiran. Mata sudah mengantuk, tapi pikiran terus melayang ke mana-mana.”
Tidak ada podium dalam foto itu. Tidak ada ruang rapat dan tidak ada orang yang sedang mendengarkan. Hanya seorang manusia yang duduk setelah hari yang panjang.
Di situlah foto tersebut menjadi menarik. Publik mengenal seseorang melalui pekerjaannya, jabatan, pertemuan, pernyataan, dan berbagai kegiatan. Namun ada bagian lain yang tidak selalu terlihat: waktu ketika semua agenda selesai dan seseorang kembali berhadapan dengan pikirannya sendiri.
Kelelahan tidak selalu berarti kelemahan. Kadang, ia hanya menjadi tanda bahwa hari telah digunakan sepenuhnya. Bagi seseorang yang bekerja dalam dunia pendidikan, pekerjaan itu memang tidak sederhana karena menyangkut guru, siswa, sekolah, orang tua, tata kelola, hingga kebijakan yang saling bertemu dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, tiga kata dalam foto tersebut terdengar sederhana: “Kamu harus kuat.” Bukan karena seseorang tidak boleh lelah, tetapi karena setelah malam, pagi tetap datang. Pekerjaan kembali menunggu, sekolah kembali berjalan, dan guru kembali mengajar.
Foto itu tidak menjelaskan seluruh kehidupan Kunjung Wahyudi. Sebuah foto hanya menangkap beberapa detik, sementara sebagian besar cerita berada di luar bingkai.
Mungkin di situlah maknanya. Di antara wajah yang dikenal publik dan wajah yang hanya terlihat ketika lampu kantor mulai redup, ada manusia yang menjalani tanggung jawabnya seperti manusia lain.
Di siang hari, seseorang menjalankan tanggung jawabnya. Pada malam hari, ia hanya menjadi manusia. Dan manusia, sekuat apa pun, tetap mengenal lelah.
Red.
