KAMPAR,Media Pojok Nasional – Misteri asal usul mendiang Suryono, Ketua Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, kini menemui jalan buntu.
Berdasarkan data yang tercantum di KTP, Suryono diketahui berasal dari Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Namun, ketika dilakukan penelusuran ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kampar, data tersebut tidak dapat ditemukan.

Aguswanto, salah satu pegawai Disdukcapil Kampar yang dikonfirmasi, mengungkapkan bahwa nama Suryono memang sudah tercatat di sistem administrasi Kampar sejak lama.
“Sesuai aplikasi, data awalnya memang masuk di Kabupaten Kampar, Bang. Dari tahun 2014 dia sudah tercatat di sini, tepatnya di Desa Kasikan,” jelas Aguswanto pada 29 Agustus 2025
Lebih lanjut ia menerangkan bahwa semasa hidupnya, almarhum membuat Kartu Keluarga (KK) tunggal secara mandiri. Dari data Capil Kampar, status almarhum tercatat cerai mati, tanpa adanya sanak keluarga yang terhubung. Kondisi ini membuat rekam jejak asal usul Suryono di Mojokerto semakin sulit terbaca.
Yang membuat keadaan semakin pilu, meski diketahui bahwa nama Ayah almarhum adalah Rasid dan nama Ibunya adalah Amah, hingga kini belum ada kejelasan keberadaan keluarga tersebut. Tidak ada satupun keluarga yang hadir ataupun tercatat setelah kepergian almarhum.
Hal ini menimbulkan keprihatinan mendalam di tengah masyarakat Desa Kasikan, tempat almarhum selama ini mengabdikan diri sebagai Ketua SPTI.
Dengan penuh harap, masyarakat dan pihak terkait mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, untuk menyebarluaskan informasi ini.
“Kami berharap sanak keluarga Suryono dapat mengetahui kabar duka ini, sehingga ada yang bisa datang dan mendoakan langsung di tanah perantauan tempat beliau terakhir menghembuskan napas,” ungkap warga setempat dengan mata berkaca-kaca.
Kepergian Suryono bukan hanya meninggalkan kursi kepemimpinan di organisasi buruh yang selama ini ia pimpin, tetapi juga menyisakan duka mendalam karena asal usul dan ikatan keluarga yang seakan terputus di tengah jalan.
Semoga dengan publikasi ini, keluarga besar almarhum di Mojokerto dapat segera menemukan kabar keberadaan dan kepulangan jejak terakhir Suryono.
Red. Tim Prima