Jack Sandoro Usung Visi-Misi Merakyat Menuju Pilkades Gempol Kurung 2027

GRESIK — Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Gempol Kurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, yang akan digelar pada 2027 mendatang mulai menghangat. Sejumlah figur mulai menyampaikan kesiapan dan gagasan untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Salah satu nama yang mencuat adalah Jack Sandoro. Pada Kamis (13/8/2026), Jack menyampaikan visi dan misi yang mengedepankan kepentingan masyarakat, pemerataan pembangunan, pelayanan publik serta transparansi pemerintahan desa.

Jack mengusung visi “Mewujudkan Desa Gempol Kurung yang maju, mandiri, religius, transparan dan sejahtera melalui pemerintahan yang bersih serta berpihak kepada masyarakat.”

Visi tersebut dijabarkan melalui sejumlah misi, antara lain meningkatkan kualitas pelayanan publik agar cepat, mudah dan transparan, mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur, serta mengembangkan potensi ekonomi masyarakat melalui UMKM, pertanian dan peternakan.

Selain pembangunan fisik, sektor pendidikan, kesehatan dan sosial juga menjadi perhatian. Jack menilai pembangunan desa harus menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan tidak boleh berhenti pada pembangunan infrastruktur semata.

“Pemerintahan desa harus hadir untuk masyarakat. Warga jangan hanya ditemui ketika ada kepentingan politik. Setelah mendapatkan amanah, kepala desa harus tetap dekat, mendengar keluhan dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat,” ujar Jack Sandoro, Kamis (13/8/2026).

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan dalam pengelolaan anggaran desa. Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui arah pembangunan dan penggunaan anggaran yang dikelola pemerintah desa.

“Anggaran desa merupakan amanah masyarakat. Karena itu, pengelolaannya harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga harus dilibatkan dalam menentukan prioritas pembangunan,” tegasnya.

Di sektor ekonomi, Jack mendorong pemerintah desa agar tidak hanya menjadi administrator, tetapi juga menjadi penggerak pemberdayaan masyarakat.

“Kalau ingin masyarakat sejahtera, potensi ekonomi desa harus dikembangkan. UMKM, pertanian, peternakan dan usaha warga harus mendapatkan ruang untuk tumbuh. Pemerintah desa harus hadir sebagai fasilitator, bukan sekadar membuat program di atas kertas,” tambahnya.

Jack menegaskan dirinya tidak ingin menjadikan Pilkades sebagai ajang menebar janji tanpa ukuran keberhasilan yang jelas. Ia menyebut masyarakat harus diberikan ruang untuk menilai setiap calon berdasarkan gagasan, integritas dan kemampuan.

“Saya tidak ingin memberikan janji yang muluk-muluk. Saya menawarkan kerja nyata, pemerintahan yang terbuka dan keberpihakan kepada masyarakat. Jika diberi kepercayaan, saya siap mempertanggungjawabkan apa yang saya kerjakan kepada warga,” tutupnya.

Dengan semangat “Bersama Kita Bisa, Bersatu Kita Maju”, Jack berharap Pilkades Gempol Kurung 2027 menjadi momentum adu gagasan dan program, bukan sekadar perebutan jabatan.

Sebab, siapa pun yang nantinya mendapatkan mandat masyarakat akan menghadapi tuntutan besar untuk membuktikan bahwa visi dan misi yang disampaikan selama kontestasi bukan sekadar slogan.

Bagi masyarakat Gempol Kurung, Pilkades 2027 akan menjadi momentum menentukan arah pemerintahan desa ke depan. Karena itu, visi yang merakyat harus diikuti keberanian untuk bekerja, keterbukaan dalam mengelola anggaran, serta kesediaan mempertanggungjawabkan setiap kebijakan kepada masyarakat. (*)

Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *