Lamongan, Media Pojok Nasional –
Pemerintah desa Sumberdadi, Kecamatan Mantup bersama warga menggelar tradisi sedekah bumi pada Sabtu, 4 April 2026. Kegiatan yang dipusatkan di balai desa itu berlangsung sepanjang hari, memadukan ritus keagamaan, arak-arakan budaya, hingga pertunjukan seni.
Rangkaian acara diawali dengan ziarah dan doa bersama di punden Mbah Joko Doelog. Kepala Desa Sumber Dadi, Giono, memimpin langsung prosesi tersebut bersama warga. Ziarah dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus memohon keselamatan dan keberkahan.
Setelah itu, warga dari enam dusun mengikuti karnaval hias mengelilingi desa. Mereka menampilkan beragam dekorasi kendaraan, kostum tradisional, dan tema-tema budaya. Arak-arakan dimulai dari rumah kepala desa dan berakhir di balai desa, menjadi pusat kegiatan.
Siang hari, kegiatan dilanjutkan dengan kirab tumpeng agung yang berlangsung hingga pukul 15.00 WIB. Warga berkumpul dan berbagi hidangan sebagai simbol rasa syukur atas hasil bumi.
Pukul 15.00 hingga 16.00 WIB, digelar selametan sedekah desa. Ritual ini menjadi inti kegiatan, menandai ungkapan syukur masyarakat atas rezeki sekaligus harapan akan keberlanjutan hasil pertanian.
Malam harinya, acara ditutup dengan pagelaran campursari yang menghadirkan Prigel Pangayu Anjarweni. Pertunjukan dimulai pukul 20.00 WIB dan terbuka untuk masyarakat umum.
Kegiatan ini juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Mantup, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menandai dukungan terhadap pelestarian tradisi lokal.
Giono mengatakan sedekah bumi merupakan agenda tahunan yang terus dijaga keberlangsungannya. “Tradisi ini sudah ada sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa,” ujarnya.
Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya bermakna spiritual, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Pemerintah desa berharap tradisi ini tetap lestari dan diwariskan kepada generasi berikutnya. (hambaAllah).
