Bangkalan,Media Pojok Nasional — Upaya mempererat hubungan antara aparat penegak hukum dengan warga terus dilakukan Polres Bangkalan melalui sebuah pendekatan yang sederhana namun penuh makna. Program bertajuk Kopi Keliling (Kopling) kembali digelar pada Jumat malam (28/11/2025), menghadirkan suasana dialog santai yang mengalir hangat seperti kopi yang disajikan.
Program ini berlangsung di kawasan Jalan Panidi, Lebak Pejagan, Kecamatan Bangkalan, dengan puluhan warga dan pemuda yang biasa nongkrong di lokasi tersebut turut hadir.
Kasat Binmas Polres Bangkalan, AKP Edi Eko Purnomo, menegaskan bahwa Kopling bukan sekadar kegiatan minum kopi bersama, melainkan strategi mendekatkan institusi kepolisian dengan masyarakat tanpa batasan formalitas.
“Lewat Kopling ini, kami ingin membangun komunikasi dua arah yang lebih rileks dan humanis. Kalau ada persoalan di lingkungan, warga bisa menyampaikan langsung tanpa rasa sungkan,” ujar AKP Edi.
Menurutnya, pendekatan humanis semacam ini telah terbukti efektif menciptakan rasa saling percaya, yang menjadi kunci terwujudnya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang stabil.
Dalam kesempatan itu, AKP Edi juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan edukasi terkait keamanan lingkungan, termasuk pencegahan kenakalan remaja, antisipasi kriminalitas malam hari, serta pentingnya peran aktif warga dalam menjaga lingkungan.
“Kami tidak ingin hanya hadir ketika ada masalah. Kami ingin hadir sebelum masalah muncul,” tambahnya.
Sambutan hangat datang dari warga yang ikut hadir. Salah satunya, Imam Mosleh, RW 08 Kelurahan Pejagan, mengakui bahwa keberadaan program ini membawa angin segar bagi masyarakat.
“Program seperti ini sangat bermanfaat. Semoga membawa perubahan positif — yang tadinya tidak tertib jadi tertib, yang awalnya malas jadi beraktivitas, dan lingkungan kami semakin aman,” ucapnya penuh harap.
Melalui program Kopling, Polres Bangkalan berharap masyarakat tidak lagi melihat polisi sebagai sosok yang hanya hadir dalam situasi formal atau saat penindakan, melainkan sebagai mitra yang siap berdiskusi, mendengar, serta hadir menjadi bagian dari kehidupan warga.
Dengan secangkir kopi dan percakapan yang tulus, kebersamaan antara polisi dan masyarakat Bangkalan pun semakin terasa dekat.(Hanif)
