Penyandang Disabilitas Asal Arosbaya Bangkalan Pantang Menyerah Menanti Perhatian Pemerintah

Bangkalan, Media Pojok Nasional — Kisah mengharukan datang dari Syakur (43), warga Desa Balung, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan. Meski hidup dengan keterbatasan fisik, pria penyandang disabilitas ini menjadi teladan tentang arti keteguhan dan semangat hidup yang pantang menyerah.

Syakur lahir tanpa jari-jari tangan dan kaki, namun kondisi tersebut tak membuatnya pasrah pada keadaan. Setiap hari, ia berusaha mencari nafkah sebisanya untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa sepenuhnya bergantung pada orang lain. Dikenal ramah dan gigih, Syakur menjadi sosok yang disegani di lingkungannya.

Dalam sebuah kegiatan sosial di desanya, Syakur sempat berfoto bersama Sekcam Arosbaya — momen yang menunjukkan bahwa dirinya tetap aktif bersosialisasi dan tak menutup diri dari kehidupan masyarakat.

Menurut data aplikasi Cek Bansos Kementerian Sosial, Syakur terdaftar sebagai penerima bantuan program Sembako periode Januari–Maret 2025 serta PBI-JK (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan) untuk periode September 2025. Namun hingga kini, bantuan tersebut dikabarkan belum juga diterima.

“Saya berharap bantuan sembako bisa segera keluar. Kondisi saya tidak bisa bekerja berat, jadi sangat menunggu bantuan dari pemerintah,” ujarnya penuh harap.

Warga sekitar pun turut menyuarakan dukungan agar pemerintah, khususnya pihak desa dan instansi terkait, segera menyalurkan bantuan yang menjadi hak Syakur. Mereka menilai, perjuangan Syakur yang tetap berusaha di tengah keterbatasan layak mendapat perhatian dan apresiasi.

“Beliau cacat sejak lama, tapi tidak pernah menyerah. Setiap hari masih berusaha bekerja untuk hidup. Kami berharap bantuannya segera cair,” tutur salah satu warga Balung.

Kisah hidup Syakur menggambarkan wajah perjuangan penyandang disabilitas di pedesaan. Dengan segala keterbatasannya, ia tetap memilih berjuang daripada menyerah. Semangatnya menjadi cermin bahwa keteguhan hati mampu menembus batas fisik — namun kehadiran dan kepedulian pemerintah tetap menjadi harapan utama agar mereka bisa hidup lebih layak dan bermartabat.
(Hanif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *