Surabaya, Media Pojok Nasional – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar kegiatan halal bihalal pada hari pertama masuk kerja usai libur lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah, Rabu (25/3/2026). Acara yang berlangsung di halaman Balai Kota Surabaya dipimpin oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi beserta Wakil Wali Kota Armuji (dikenal sebagai Cak Ji), dan diikuti oleh sejumlah pejabat serta karyawan di lingkungan Pemkot Surabaya. Selain itu, acara juga dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya Rini Indriani, perwakilan PMI Kota Surabaya, dan jajaran BUMD Surabaya, serta pimpinan dan anggota DPRD Kota Surabaya.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, halal bihalal kali ini diselenggarakan secara sederhana dengan membatasi jumlah peserta. Eri Cahyadi menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang masih dalam proses pemulihan akibat musibah di beberapa daerah, termasuk Aceh.
Peserta acara dibatasi hanya pada karyawan di lingkungan Balai Kota, sementara unit kerja di luar seperti kecamatan, kelurahan, dan sektor pendidikan diwakili oleh unsur strukturalnya saja. Kegiatan juga dibagi menjadi dua sesi untuk menjaga ketertiban dan efisiensi waktu kerja. Sesi pertama berlangsung pukul 07.00-09.00 WIB dengan 3.593 peserta, dan sesi kedua pukul 09.30-10.20 WIB dengan 4.120 peserta lainnya.

Dalam sambutannya, Eri Cahyadi menyampaikan bahwa halal bihalal ini menjadi momentum untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat sinergi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa maaf dan maafan tidak hanya sekadar ucapan lisan, tetapi juga harus diwujudkan dalam tingkah laku dan perbuatan sehari-hari.
“Dimomen penuh berkah ini, mari kita jadikan halal bihalal sebagai langkah awal untuk kembali fitri membersihkan hati, memperbaiki diri, dan memperkuat kebersamaan dalam bingkai persaudaraan. Tiada kata seindah maaf, tiada perbuatan semulia memaafkan, dengan hati yang bersih kita rajut kembali kebersamaan untuk Surabaya yang lebih baik,” ucapnya.
Selain itu, Eri juga mengingatkan agar aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Surabaya menjaga semangat ramadan dalam melayani masyarakat. Ia menekankan bahwa puasa ramadan tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan hawa nafsu, menjaga lisan, serta menolong dan membantu orang lain. “Mari kita punya semangat berlipat untuk menjalankan apa yang sudah kita latih selama ramadan di bulan syawal ini,” tegasnya.
Pada hari pertama masuk kerja tersebut, Pemkot Surabaya juga memastikan seluruh unit pelayanan publik beroperasi 100 persen. Eri Cahyadi menyatakan bahwa meskipun ada kebijakan work from home (WFH) bagi sebagian ASN yang belum kembali ke kantor, standar pelayanan kepada masyarakat tidak boleh menurun. Instansi krusial seperti puskesmas, kantor kelurahan, kecamatan, dan Dispendukcapil tetap melayani secara langsung, serta seluruh kanal pelayanan digital juga beroperasi penuh.
Sebelumnya, Pemkot Surabaya juga telah menerapkan sistem piket perangkat daerah selama masa libur untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan dan keamanan kota terjaga.(Msh)
