Jakarta, Media Pojok Nasional — Partai MASYUMI RI bersama Pengurus Besar Gerakan Haluan Pemuda Islam (PB GHPI) memberikan apresiasi khusus kepada K.H. Tommy Soeharto dengan menyematkan gelar “Lokomotif Ekonomi Kerakyatan”. Gelar tersebut dinilai sebagai representasi peran dan gagasan Tommy Soeharto dalam mendorong kemandirian ekonomi rakyat berbasis kewirausahaan dan inovasi.
Sekretaris Jenderal DPP Partai MASYUMIKU sekaligus Ketua Tim Pemenangan Pemilu Nasional DPP Partai MASYUMIKU, Sulistyo, menjelaskan bahwa berdasarkan penilaian internal partainya, elektabilitas dan pengaruh Tommy Soeharto sebagai tokoh nasional masih tergolong tinggi, termasuk jika mendirikan partai politik sendiri.
“Rating beliau sebagai tokoh berpengaruh relatif tertinggi. Ini artinya kharisma beliau tidak main-main sampai hari ini,” ujar Sulistyo dalam keterangannya.
Sementara itu, Ketua Majelis Syuro PB GHPI, Abdullah Amas, menuturkan bahwa pemberian gelar tersebut merupakan hasil pengamatan GHPI terhadap gagasan dan aktivitas Tommy Soeharto, khususnya dalam kampanye ekonomi kerakyatan yang menyentuh langsung sektor masyarakat bawah.
“Gelar Lokomotif Ekonomi Kerakyatan kami berikan kepada Mas Tommy karena kami melihat secara langsung kampanyenya di bidang ekonomi rakyat. Jika dicek di berbagai kanal, termasuk YouTube, aktivitasnya luar biasa mulai dari ternak lele, saung berkarya, hingga berbagai model pemberdayaan ekonomi lainnya,” ungkap Abdullah Amas.
Menurut GHPI, K.H. Tommy Soeharto dinilai tidak hanya sebagai figur politik, tetapi juga sebagai inspirator gerakan Islam, kewirausahaan, serta inovasi ekonomi kerakyatan yang dilakukan secara masif dan berkelanjutan. Gerakan tersebut dinilai sejalan dengan semangat kemandirian umat dan pembangunan ekonomi berbasis komunitas.
Dalam kesempatan yang sama, Abdullah Amas yang juga dikenal sebagai Ketua Majelis Syuro DPP Partai MASYUMI RI turut mengajak Tommy Soeharto untuk ikut menyebarluaskan pesan Mimpi Muhammad Qasim (MQ) yang belakangan viral di media sosial dan menjadi perbincangan di kalangan umat.
“Dengan nyata mengamalkan pesan Qasim, banyak kehidupan orang berubah menjadi lebih sejahtera,” kata Abdullah Amas.
Ia merujuk pada sejumlah testimoni yang beredar di masyarakat, sebagaimana ditulis oleh Muhammad Akbar Ismail, yang menyebutkan adanya perubahan ekonomi dan sosial setelah sebagian warga berupaya mengamalkan pesan-pesan tersebut, seperti meningkatkan ketakwaan, menertibkan simbol-simbol di rumah, serta memperbaiki pola hidup.
GHPI menilai, pesan tersebut yang oleh para pengikutnya dikaitkan dengan nilai ketakwaan sebagaimana tertuang dalam Surah Al-A’raf ayat 96 dipahami sebagai dorongan moral-spiritual untuk memperbaiki kehidupan, termasuk dalam aspek ekonomi keluarga.
“Dari mulut ke mulut, kesaksian ini menyebar di kalangan masyarakat biasa. Mereka merasakan perubahan, mulai dari ekonomi membaik hingga persoalan hutang yang berangsur selesai,” ujar Abdullah Amas, menegaskan bahwa hal tersebut merupakan pengalaman personal masyarakat yang diyakini sebagai bentuk pertolongan Tuhan.
Penyematan gelar kepada K.H. Tommy Soeharto ini sekaligus memperlihatkan upaya Partai MASYUMI RI dan GHPI dalam mengaitkan isu ekonomi kerakyatan, kepemimpinan nasional, serta nilai-nilai religius sebagai satu narasi besar dalam wacana politik dan sosial keumatan saat ini.
(Anam)
