Momentum Hari Guru Nasional 2025 Bagi Perkumpulan Jurnalis Bangkalan

Bangkalan, Media Pojok Nasional — Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025, Ketua Perkumpulan Jurnalis Bangkalan, Syaiful Anam S.Pd (Anam), menyampaikan pandangan reflektif tentang peran guru sebagai fondasi lahirnya para jurnalis, sekaligus sebagai penjaga peradaban bangsa.

Anam menegaskan bahwa setiap jurnalis sesungguhnya memulai langkahnya dari ruang kelas, dari tangan-tangan pendidik yang mengajarkan makna kata, kedisiplinan membaca realitas, hingga keberanian mempertanyakan kebenaran.

“Integritas yang kami jaga di lapangan tidak terlepas dari didikan para guru. Mereka mengajarkan kami membedakan opini dari fakta, melatih kepekaan, dan menumbuhkan tanggung jawab pada setiap kalimat yang kami tulis,” ujar Anam.

Menurutnya, profesi guru dan jurnalis memiliki garis perjuangan yang saling bertaut: sama-sama bertugas menjaga nurani publik dan memperjuangkan kemajuan masyarakat. Guru bekerja di ruang kelas dengan cahaya ilmu, sementara jurnalis bekerja di tengah masyarakat dengan cahaya kebenaran.

“Guru adalah garda moral bangsa, dan jurnalis adalah pengawal nurani masyarakat. Keduanya berdiri di jalur yang sama: melawan ketertinggalan, membela keadilan, dan menghidupkan harapan bagi masa depan Indonesia,” sambungnya.

Dalam momentum nasional ini, Anam juga menyerukan penghargaan yang lebih layak bagi para pendidik mulai dari kesejahteraan, perlindungan profesi, hingga penguatan kualitas pendidikan.

Ia menegaskan bahwa mustahil bangsa berbicara tentang kemajuan tanpa memuliakan guru, karena peradaban besar selalu bertumpu pada kekuatan pendidikan.

Sebagai penutup, Anam menyampaikan pesan humanis yang menjadi ruh peringatan Hari Guru Nasional.

“Selamat Hari Guru Nasional 2025. Teruslah menjadi lentera yang tidak pernah padam. Kebenaran yang hari ini kami perjuangkan di ruang-ruang jurnalistik adalah sinar yang pertama kali kalian nyalakan di ruang kelas,” ucapnya.

Dari Bangkalan, Anam mengirimkan salam hormat bagi seluruh guru di Indonesia para pendidik yang tak pernah menuntut sorotan, tetapi justru menjadi alasan banyak generasi mampu berdiri tegak menjalani profesinya masing-masing.
(Hanif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *