Merawat Warisan Lewat Tawa: Keseruan Dolanan Jumat Kliwon di SMPN 1 Bareng

Jombang, Media Pojok Nasional –
Suasana berbeda tampak di halaman SMPN 1 Bareng, Kabupaten Jombang, saat kegiatan Jumat Kliwon digelar. Bukan sekadar rutinitas sekolah, hari itu berubah menjadi ruang kebahagiaan bagi para siswa yang larut dalam permainan tradisional atau dolanan khas anak-anak tempo dulu.

Sejak pagi, halaman sekolah dipenuhi gelak tawa ratusan siswa yang memainkan berbagai permainan tradisional yang kini mulai jarang dijumpai. Di tengah era digital, permainan-permainan tersebut menjadi cara sederhana untuk menghidupkan kembali budaya tradisional yang mulai tergerus oleh penggunaan gadget di kalangan anak-anak.

Di salah satu sisi lapangan, para siswa terlihat bersemangat memainkan gobak sodor, saling berlari menjaga garis pertahanan sambil disambut sorak sorai teman-temannya. Tidak jauh dari sana, kelompok siswa lain menikmati permainan bentengan yang menguji kekompakan tim.

Sementara itu, di area yang lebih tenang, beberapa siswa duduk melingkar memainkan dakon, permainan tradisional yang juga dikenal sebagai congklak. Dengan penuh konsentrasi mereka memindahkan biji-biji kecil di papan kayu, menyusun strategi sederhana yang melatih ketelitian serta kesabaran.

Permainan lain seperti engklek, bekel, hingga egrang bambu turut meramaikan kegiatan tersebut. Ragam dolanan itu menghadirkan kembali nuansa permainan rakyat yang sarat nilai kebersamaan, sportivitas, dan kegembiraan sederhana.

Kepala SMPN 1 Bareng, Minto Rogo, menjelaskan bahwa kegiatan Dolanan Jumat Kliwon sengaja dihadirkan sebagai bagian dari pendidikan karakter sekaligus upaya melestarikan kearifan lokal di tengah derasnya perkembangan teknologi.

“Permainan tradisional memiliki nilai pendidikan yang sangat kuat. Anak-anak belajar bekerja sama, jujur, dan saling menghargai. Ini adalah budaya yang tidak boleh hilang hanya karena anak-anak terlalu akrab dengan gadget,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan pelestarian budaya. Melalui kegiatan seperti ini, siswa diajak mengenal kembali permainan yang pernah menjadi bagian dari kehidupan anak-anak Indonesia di masa lalu.

Dolanan Jumat Kliwon pun menjelma menjadi momen yang selalu dinantikan para siswa. Tawa riang yang terdengar di halaman sekolah menjadi tanda bahwa warisan budaya itu masih hidup.

Di SMPN 1 Bareng, permainan tradisional bukan sekadar nostalgia masa lalu, melainkan jembatan nilai yang menghubungkan generasi muda dengan akar budayanya, dirawat melalui kegembiraan sederhana di tengah zaman yang terus berubah. (hambaAllah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *