Mengapa Muhammad Qasim Terus Menggema Di Twitter Amerika?

Amerika Serikat, Media Pojok Nasional — DI DUNIA MAYA YANG BISING, NAMA SEORANG PRIA PAKISTAN KEMBALI MENCUAT DI ANTARA RIUHNYA POLITIK WASHINGTON DAN GOSIP HOLLYWOOD. SUDAH SEPULUH KALI IA “TRENDING”, SEBUAH ANOMALI DIGITAL ATAUKAH GERAKAN YANG TERORGANISIR?

Papan ketik di berbagai penjuru dunia tampak sedang bekerja lembur. Di linimasa X (dahulu Twitter), tagar yang membawa nama Muhammad Qasim kembali memanjat tangga tren di Amerika Serikat. Bagi para pengikutnya yang menyebut diri sebagai helpers ini bukan sekadar algoritma, melainkan “tanda zaman”.

“Alhamdulillah, minggu ini trending lagi di Amerika. Berkat rahmat Allah SWT semata,” ucap salah satu akun pendukung Qasim dengan nada syukur yang kental. Bagi mereka, Amerika bukan sekadar negara, melainkan barometer informasi dunia. Jika sudah “menaklukkan” algoritma Paman Sam, maka pesan dianggap telah sampai ke puncak dunia.

Catatan hampir sepuluh kali menduduki posisi trending topic di Amerika Serikat bukanlah perkara biasa, Dalam lanskap digital yang sangat kompetitif, pencapaian ini memicu tanya bagaimana narasi tentang mimpi-mimpi seorang pria dari Lahore bisa menembus dinding kesadaran publik Barat?

Isi pesan Qasim sebenarnya konsisten klaim mengenai mimpi-mimpi yang ia terima sejak puluhan tahun lalu tentang masa depan umat Islam, perdamaian, hingga peringatan akan datangnya hari-hari sulit.

Di Indonesia, narasi ini sempat memicu perdebatan hangat namun di Amerika, ia tampil sebagai fenomena unik di tengah kejenuhan informasi.

Namun, pengamat media sosial melihat ini dari sudut pandang berbeda. “Amerika adalah pusat data. Sesuatu yang viral di sana akan otomatis memantul ke seluruh dunia, termasuk ke negara-negara Muslim yang menjadi basis massa utama Qasim,” ujar Nur Cahayani dari Lembaga Kajian The Future Institute.

Dikalangan konservatif, fenomena ini sering dipandang dengan sebelah mata atau bahkan kecurigaan. Namun bagi para helpers, setiap kali nama Qasim muncul di layar gawai warga New York atau Los Angeles, itu adalah kemenangan moral.

Bagi mereka, Muhammad Qasim sedang menjalankan misi spiritual yang menurut klaim mereka telah digariskan. Apakah ini akan menjadi gerakan global yang permanen ?. Waktu, dan mungkin algoritma Twitter selanjutnya, yang akan menjawab.

Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *