Gresik, Media Pojok Nasional –
Di tengah ritme tugas sebagai Kepala Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng, Imam Shofwan, yang akrab disapa Lurah Iwan, membagikan satu hal yang jarang muncul di ruang publik: ketenangan seorang ayah dalam menyampaikan harapan.
Bukan tentang program, bukan pula tentang capaian. Ia memilih menulis sesuatu yang sederhana, namun terasa dekat.
“Dipundakmu ayah titipkan harapan besar…”
Kalimat itu tidak hadir sebagai beban, melainkan sebagai kepercayaan. Disampaikan singkat, tanpa nada tinggi, seolah ia memahami bahwa setiap langkah anaknya kelak adalah perjalanan yang harus dijalani dengan caranya sendiri.
Lurah Iwan tidak menempatkan dirinya sebagai ukuran. Ia justru berharap anaknya tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih beruntung darinya. Sebuah sikap yang menunjukkan kedewasaan, memberi ruang, tanpa melepas arah.
Dalam pesannya, terselip harapan yang hangat: agar sang anak kelak mampu menjadi jalan kebaikan bagi saudara-saudaranya. Nilai yang disampaikan dengan tenang, namun mengakar.
Di bagian akhir, ia tidak memperpanjang kata. Hanya satu yang tetap dijaga: doa.
Doa yang tidak perlu diucapkan keras, namun terus menyertai.
Unggahan itu singkat, tetapi meninggalkan kesan yang panjang. Di sana, publik melihat sosok pemimpin yang tetap teguh dalam wibawa, sekaligus utuh sebagai seorang ayah.
Sebab pada akhirnya, yang paling kuat bukanlah kata-kata panjang, melainkan ketulusan yang disampaikan dengan tenang. Dan dari situlah, Lurah Iwan memberi teladan: memimpin dengan tegas, mencintai dengan lembut. (hambaAllah).
