Kepala Dinas Hadir, Kurikulum SMPN 1 Mojoanyar Disusun Tanpa Celah

Mojokerto, Media Pojok Nasional –
Langkah strategis disusun. SMP Negeri 1 Mojoanyar menggelar Workshop Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) untuk menjawab tantangan pembelajaran mendalam tahun ajaran 2025/2026. Bertempat di lingkungan sekolah Jl. Pasinan–Jabon, Desa Pasinan, Kecamatan Mojoanyar, ruang kelas disulap menjadi forum kerja profesional.

Forum dipimpin Kepala Sekolah Sugito, S.Pd., S.H., M.A.P., yang langsung mengarahkan jalannya penyusunan. Ia didampingi penuh oleh seluruh jajaran guru dan staf internal.

Kepercayaan publik atas kualitas sekolah ini juga tampak dari kehadiran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Ludfi Ariyono, A.P., S.Sos., M.Si. Dalam kapasitasnya, Ludfi menegaskan pentingnya sinergi antara kurikulum dan realita pembelajaran di lapangan.

Mendampingi, hadir Mujati, S.Sos., M.M. selaku Kabid Pendidikan Dasar serta Rodiah, S.Pd., M.Pd., A.Md., dari unsur pengawas. Kolaborasi lintas jenjang ini mempertegas pendekatan sistematis dalam merumuskan arah kurikulum. Ketua Komite Sekolah Zainul Arifin dan perwakilan wali murid dari kelas VII, VIII, dan IX turut bergabung. Beberapa siswa juga dilibatkan sebagai representasi suara peserta didik.

Paparan materi disampaikan secara berlapis, berbasis analisis capaian pembelajaran, kompetensi inti, serta peta kebutuhan peningkatan mutu. Seluruh guru dilibatkan dalam sesi dialog terbuka. Ruang diskusi ini menjadi medium partisipatif untuk memperkaya muatan dan arah dokumen kurikulum.

Seluruh peserta mengenakan seragam Korpri, menciptakan kesan tertib, formal, dan berintegritas. Sorotan layar tengah yang memvisualkan bendera Merah Putih meneguhkan semangat nasionalisme dalam membangun pendidikan berbasis karakter. Dokumentasi dilakukan menyeluruh, menandai akuntabilitas proses yang tengah dijalankan.

Daftar hadir mencatat nama-nama tenaga pendidik aktif, termasuk Sri Wahyuningsih, Sri Utami Widiyanti, Yunul Saproni, Sri Sumarni, Sri Sumi Rurnikasari, Debrina Nofiana, Ferry Rahadi, Dewi Sri Wahyuni, Nurul Maulina, Arum Mega Retno, Mochamad Faqih, dan Ahmad Fuad.

Kepala Dinas Pendidikan Ludfi Ariyono menyatakan, penyusunan kurikulum tidak boleh sekadar administratif, melainkan harus menjadi poros transformasi pembelajaran yang berdampak. Sugito sebagai kepala sekolah menegaskan bahwa dokumen kurikulum ini akan menjadi arah pijakan strategis pembelajaran berbasis kompetensi dan penguatan karakter siswa.

Seluruh hasil workshop akan dituangkan dalam dokumen resmi Kurikulum Satuan Pendidikan SMPN 1 Mojoanyar, dan menjadi referensi wajib untuk pelaksanaan pembelajaran sepanjang tahun ajaran 2025/2026. Kurikulum ini bukan sekadar dokumen, melainkan kompas kebijakan yang menjamin mutu pendidikan secara sistemik. (hamba Allah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *