Jelang Lebaran, Oknum Wartawan Mengajukan Proposal Fiktif Demi Keuntungan Pribadi

Gresik, Media Pojok Nasional –
Menjelang Lebaran, aksi oknum wartawan yang memanfaatkan profesinya untuk mengedarkan proposal permintaan dana berkedok sponsorship semakin menggila. Sejumlah instansi pemerintah dan perusahaan mengaku menjadi sasaran, dipaksa menerima proposal tanpa dasar kerja sama yang jelas, hanya demi kepentingan segelintir orang.

“Banyak yang masuk, bahkan ada yang terang-terangan meminta dana dengan dalih operasional media. Padahal, tak ada penawaran kerja sama resmi atau timbal balik yang jelas,” ujar seorang pejabat yang enggan disebutkan namanya. Perusahaan pun dibuat bingung, sulit membedakan mana kerja sama profesional dan mana yang sekadar modus pemerasan berkedok jurnalisme.

Yang lebih mencengangkan, sejumlah proposal terbukti direkayasa. Dokumen-dokumen tersebut mencantumkan kegiatan fiktif, dengan tanggal dan waktu yang diubah agar tampak seolah-olah ada acara nyata. Tindakan ini diduga murni untuk kepentingan pribadi, sementara kantor induk tempat oknum wartawan bernaung kemungkinan besar tidak mengetahui permainan kotor oknum wartawannya.

Praktik semacam ini bukan hanya mencoreng wajah profesi wartawan, tetapi juga menginjak-injak prinsip dasar jurnalistik yang menjunjung tinggi objektivitas dan independensi. Jika dibiarkan, kepercayaan publik terhadap media akan semakin runtuh, digerus oleh ulah segelintir orang yang menjadikan profesi ini sebagai alat pemerasan.

Di sisi lain, pejabat dan pemangku kepentingan harus tetap objektif dalam menilai kualitas jurnalis. Mereka tidak boleh menelan mentah-mentah ucapan oknum wartawan yang hanya ingin mengadu domba antarprofesi demi kepentingan pribadi. Apalagi, saat ini semakin banyak oknum wartawan yang hanya pintar bercerita dan—naudzubillah—pintar mengadu domba demi meraih perhatian pejabat. Mereka sengaja menciptakan konflik agar pejabat memutuskan komunikasi dengan rekan-rekan lainnya, sehingga kepentingan pribadi mereka bisa berjalan tanpa hambatan.

Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *