Jalan Balongsari–Kandangan Tandes Dipenuhi Inlet Drainase Lebih Rendah, Pengendara Diminta Waspada

Surabaya, Media Pojok Nasional –
Sepanjang ruas Jalan Balongsari–Kandangan, Kecamatan Tandes, Surabaya, tampak sejumlah inlet drainase atau lubang serapan air berada pada posisi lebih rendah sekitar ±10 sentimeter dari permukaan aspal jalan. Kondisi ini berpotensi mengganggu stabilitas kendaraan, terutama sepeda motor, dan menuntut kewaspadaan ekstra dari para pengguna jalan.

Berdasarkan pantauan visual di lapangan, perbedaan elevasi antara aspal dan penutup inlet drainase terlihat cukup mencolok. Pada kecepatan tertentu, roda kendaraan yang melintasi bagian tersebut dapat mengalami hentakan mendadak, berisiko menyebabkan kendaraan oleng, kehilangan keseimbangan, hingga terjerembab, khususnya bagi pengendara roda dua.

Dalam perspektif teknis transportasi dan keselamatan jalan, perbedaan elevasi permukaan jalan yang tidak seragam merupakan salah satu faktor risiko kecelakaan lalu lintas. Standar kenyamanan dan keselamatan jalan mensyaratkan permukaan aspal dan elemen pendukung seperti inlet drainase berada dalam satu bidang atau selisih yang sangat minimal agar tidak menciptakan “kejutan mekanis” pada kendaraan.

Meski fungsi inlet drainase sangat vital sebagai pengendali genangan air, penempatannya yang lebih rendah dari lapisan aus aspal tanpa transisi yang halus justru berpotensi menimbulkan bahaya baru. Terlebih pada kondisi lalu lintas padat, pengendara sering tidak memiliki ruang untuk menghindar.

Situasi ini bukan semata soal estetika jalan, melainkan menyangkut aspek keselamatan publik. Jalan sebagai ruang bersama seharusnya dirancang dan dipelihara dengan prinsip kehati-hatian, presisi teknis, dan keberlanjutan fungsi.

Hingga saat ini, kondisi tersebut masih dapat dijumpai di beberapa titik sepanjang ruas Balongsari–Kandangan. Para pengendara diimbau untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan saat melintas, khususnya pada jam sibuk.

Perbaikan teknis berupa penyesuaian elevasi inlet drainase agar sejajar dengan permukaan aspal dinilai sebagai langkah rasional guna meminimalkan potensi risiko, sekaligus memastikan fungsi jalan berjalan optimal tanpa mengorbankan keselamatan pengguna. (hambaAllah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *