Jombang, Media Pojok Nasional –
Hari pertama kegiatan kokurikuler di SMP Negeri 1 Jombang diisi dengan langkah strategis yang langsung menyentuh kebutuhan dasar remaja: pemahaman tentang diri mereka sendiri. Kamis (2/4/2026) Melalui program Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas (PKRS), sekolah menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga membentuk cara berpikir dan bersikap siswa.
Dipandu secara interaktif, para siswa mengikuti materi dengan pendekatan yang ringan namun terarah. Mereka diajak memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, mengenali batas diri, serta membangun tanggung jawab dalam pergaulan. Suasana kelas yang terbuka membuat materi yang kerap dianggap sensitif justru menjadi mudah diterima dan dipahami.
Kepala sekolah, Rudy Priyo Utomo, menempatkan PKRS sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter. Bagi sekolah, pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga bagaimana siswa tumbuh menjadi pribadi yang sehat, sadar, dan mampu mengambil keputusan yang benar dalam kehidupannya.
Secara sederhana, PKRS adalah bekal. Bekal untuk menghadapi tantangan remaja yang semakin kompleks. Dengan pemahaman yang tepat sejak dini, siswa diharapkan mampu menghindari berbagai risiko, sekaligus membangun masa depan yang lebih terarah.
Hari pertama kokurikuler ini memang baru langkah awal. Namun dari ruang kelas itulah, kesadaran mulai dibangun, pelan, jelas, dan mengakar. (hambaAllah).
