Guru Bangkalan yang diduga Hina Profesi Wartawan Kini Dikabarkan Alami Stroke

Bangkalan, Media Pojok Nasional – Polemik dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan yang dilakukan oleh seorang oknum guru SDN Tanah Merah Dajah 1, Kecamatan Tanah Merah, kembali mencuat setelah identitas terduga pelaku terungkap sebagai guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Guru berinisial AG tersebut diketahui sudah dua minggu tidak masuk sekolah karena mengalami sakit stroke.

Kepala Sekolah SDN Tanah Merah Dajah 1, Mutmainah, mengonfirmasi hal itu saat dihubungi awak media Jatiminfo.id. Ia menyebut bahwa kondisi kesehatan AG menjadi alasan utama ketidakhadirannya dalam aktivitas belajar mengajar.

“Iya, benar. Beliau sudah dua minggu tidak masuk karena sakit stroke,” ujar Mutmainah melalui sambungan telepon WhatsApp, Kamis (7/11).

Di tengah sorotan publik mengenai ucapan AG yang dinilai merendahkan profesi jurnalis, pihak sekolah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh insan pers. Mutmainah menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan tindakan pribadi dan sama sekali tidak mencerminkan sikap lembaga maupun lingkungan sekolah.

“Saya selaku pimpinan mohon maaf atas pernyataan yang disampaikan oleh salah satu guru kami. Itu murni kekhilafan pribadi dan tidak mencerminkan sikap lembaga,” ucapnya dengan tegas.

Lebih lanjut, pihak sekolah memastikan akan memberikan pembinaan internal sebagai upaya korektif. Namun langkah tersebut menunggu hingga AG pulih dari kondisi kesehatannya.

“Setelah beliau sembuh, kami akan memberikan teguran secara langsung. Ini sebagai bentuk pembinaan dari pihak sekolah agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tambah Mutmainah.

Kasus ini memantik perhatian publik, khususnya para jurnalis di Bangkalan, yang menilai marwah profesi pers harus tetap dijunjung. Sementara itu, sejumlah pihak berharap penyelesaian dapat dilakukan secara bijak agar persoalan tidak melebar dan berdampak pada lingkungan pendidikan.
(Hanif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *