BANGKALAN, Media Pojok Nasional – Pelayanan Pemerintah Kabupaten Bangkalan kembali dirasakan langsung oleh warga. Respons cepat itu tercermin saat terjadi pohon tumbang di sisi selatan Stadion Gelora Bangkalan.
Belum beberapa menit setelah informasi diterima, jajaran dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangkalan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bangkalan langsung bergerak ke lokasi. Dengan membawa peralatan pemotong dan perlengkapan pengamanan, para petugas sigap melakukan evakuasi dan pembersihan batang serta ranting pohon yang menghalangi area sekitar stadion.
Penanganan berlangsung relatif singkat. Arus aktivitas warga di sekitar lokasi pun kembali normal tanpa menimbulkan gangguan berarti. Kehadiran petugas yang cepat dan terkoordinasi menjadi bukti bahwa sistem respons darurat di Bangkalan berjalan efektif.
Plt Kepala DLH, Achmad Siddik, menegaskan pihaknya siap memberikan pelayanan kepada masyarakat, bahkan di luar jam kantor. Menurutnya, tanggung jawab jabatan dan pengabdian kepada masyarakat tidak bisa ditawar.
“Ketika ada laporan, kami langsung turun. Itu bagian dari komitmen pelayanan. Tidak harus menunggu jam kerja,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan, Qomar, menyatakan pihaknya segera menerjunkan personel untuk berkolaborasi dengan DLH dalam pengamanan lokasi. Sinergi antar-OPD tersebut dinilai menjadi kunci utama percepatan penanganan.
Respons cepat terhadap pohon tumbang mungkin terlihat sebagai peristiwa sederhana. Namun di balik itu, tersimpan pesan penting: wajah pelayanan publik di Bangkalan sedang bergerak menuju pola yang lebih adaptif dan responsif.
Dalam konteks tata kelola pemerintahan modern, kecepatan respons terhadap aduan masyarakat adalah indikator nyata kualitas pelayanan. Tidak hanya soal menyelesaikan masalah teknis, tetapi juga membangun kepercayaan publik.
Ketika warga melihat pejabat dan petugas hadir tanpa birokrasi berbelit, kepercayaan itu tumbuh secara alami.
Kolaborasi antara DLH dan BPBD juga menunjukkan bahwa penanganan kebencanaan dan mitigasi risiko lingkungan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Koordinasi lintas sektor menjadi fondasi penting, terlebih di ruang-ruang publik seperti kawasan stadion yang kerap menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Langkah cepat tersebut layak diapresiasi, namun sekaligus menjadi standar baru yang harus dipertahankan. Konsistensi adalah kunci. Pelayanan yang sigap tidak boleh hanya hadir saat sorotan publik tertuju, tetapi menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap lini pemerintahan.
Jika pola ini terus dijaga, bukan tidak mungkin Bangkalan akan semakin dikenal sebagai daerah dengan pelayanan publik yang humanis, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan warganya.
