Gresik, Media Pojok Nasional –
Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik menyiapkan panggung kompetisi religius berskala regional melalui “Gebyar Tahfidz Qur’ani” yang akan digelar pada 9–10 April 2026 di lantai 3 Gressmall. Ajang ini tidak sekadar lomba hafalan, melainkan bagian dari strategi membangun ekosistem pendidikan berbasis karakter di tengah arus modernisasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Dr. S. Hariyanto, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang afirmasi bagi pelajar yang memiliki kapasitas dalam bidang tahfidz Al-Qur’an. “Kami ingin memberi panggung bagi anak-anak yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kedisiplinan dalam menghafal Al-Qur’an,” ujarnya.
Kompetisi ini terbuka untuk jenjang TK, SD, hingga SMP se-Jawa Timur dengan kategori hafalan yang berjenjang. Untuk tingkat TK, peserta ditantang menguasai Juz 30. Sementara itu, peserta SD dapat mengikuti kategori Juz 30, 1, dan 2. Adapun tingkat SMP mencakup Juz 30 hingga Juz 4. Format lomba bersifat perorangan, tanpa pembatasan jumlah peserta dari tiap sekolah, sebuah pendekatan yang memberi peluang luas bagi partisipasi massif.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini juga dikaitkan dengan momentum peringatan Hari Jadi Kota Gresik ke-539 dan HUT Pemerintah Kabupaten Gresik ke-52. Dalam kerangka itu, Dispendik berupaya menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak semata bertumpu pada capaian kognitif, tetapi juga pada fondasi moral dan religius.
Di sisi lain, penyelenggara menyediakan insentif kompetitif berupa piala, sertifikat, hingga uang pembinaan. Bahkan, terdapat penghargaan khusus berupa hadiah umroh bagi peserta terbaik, sebuah stimulus yang tidak hanya bernilai material, tetapi juga simbolik dalam membangun motivasi religius generasi muda.
Namun demikian, keberhasilan agenda ini tidak hanya diukur dari jumlah peserta atau kemeriahan acara. Tantangan sesungguhnya terletak pada konsistensi pembinaan pasca-lomba. Tanpa sistem tindak lanjut yang terstruktur, kegiatan semacam ini berpotensi berhenti sebagai seremoni tahunan tanpa dampak jangka panjang.
Batas pendaftaran ditetapkan hingga 8 April 2026 pukul 24.00 WIB, dengan kontak panitia melalui Ustazah Shinta. Antusiasme publik diperkirakan tinggi, mengingat tren peningkatan minat terhadap pendidikan berbasis keagamaan di Jawa Timur dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan desain kompetisi yang inklusif dan muatan nilai yang kuat, “Gebyar Tahfidz Qur’ani” menjadi indikator bagaimana pemerintah daerah mulai menempatkan pendidikan karakter sebagai poros utama kebijakan. Di tengah dinamika sosial yang kian kompleks, investasi pada generasi penghafal Al-Qur’an bukan sekadar program, melainkan pernyataan arah peradaban. (hambaAllah).
