Dusun Sumber Langsep Diterjang Amuk Banjir: Warung Hancur, Pemukiman Tertimbun Material Setinggi Dada

Lumajang, Media Pojok Nasional –
Jumat, 5 Desember 2025, Dusun Sumber Langsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro berubah menjadi medan bencana. Banjir datang bukan sebagai air biasa, tetapi sebagai gelombang lumpur dan material liar yang menghantam pemukiman tanpa ampun. Dalam hitungan menit, suara gemuruh berubah menjadi teriakan warga yang berlarian menyelamatkan diri.

Material banjir, pasir, bebatuan, batang kayu, hingga endapan pekat, mengalir seperti amuk raksasa, menelan rumah dan usaha kecil masyarakat. Tingginya mencapai dada orang dewasa, membuat banyak warga hanya bisa menyaksikan harta benda mereka tenggelam di depan mata.

Deretan warung yang selama ini menjadi denyut ekonomi desa porak-poranda:

1. Warung Pak Lamidi — Lenyap, hancur rata tak bersisa.
2. Warung Bu Karmani — Rusak parah, separuh bangunan roboh.
3. Warung Poniman — Rusak berat.
4. Warung Jaripin — Rusak berat.
5. Warung Pak Gayus — Rusak berat.
6. Warung Dewi — Rusak.
7. Warung Har — Rusak.
8. Warung Ibu Musi — Rusak.
9. Warung Pak Suhar — Rusak berat.

Di tengah kepanikan, warga berusaha membersihkan material banjir dengan alat seadanya. Namun, volume material yang menimbun rumah dan jalan membuat upaya manual terasa mustahil. Aroma lumpur pekat dan serpihan kayu masih menyelimuti udara, meninggalkan jejak nyata bahwa bencana ini bukan sekadar genangan, melainkan serangan alam yang tak memberi ruang perlawanan.

Peristiwa ini kembali mempermalukan sistem mitigasi bencana yang selama ini hanya hadir di atas kertas. Tanpa kanal pengendali, tanpa jalur pelepasan air yang memadai, dan tanpa peringatan dini yang bekerja, banjir seperti ini bukan lagi kejadian acak, ia adalah konsekuensi dari kelalaian berulang.

Warga menanti pemerintah hadir bukan sekadar membawa karung bantuan, tetapi membawa solusi, peta mitigasi, dan tanggung jawab moral. Sebab di Sumber Langsep hari ini, bukan hanya warung yang hancur, rasa aman warga juga ikut luluh lantak.

Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *